Atasi Kelangkaan, Gubernur Bengkulu Desak Penambahan Kuota BBM
📅 Minggu, 25 Mei 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Bengkulu - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta Pertamina menambah kuota BBM untuk mengantisipasi kelangkaan yang terjadi dalam beberapa waktu belakang di Bumi Merah Putih.
"Ini bukan sekadar soal pendangkalan. Dulu waktu alur masih bagus pun, antrean tetap panjang. Jadi kita butuh solusi lebih menyeluruh," kata Helmi Hasan di Bengkulu, Minggu (25/5).
Gubernur Bengkulu mengambil langkah tegas di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Dia meminta tambahan kuota untuk Bengkulu dan menegaskan perlunya solusi konkret atas persoalan yang terus berulang.
Menurut Gubernur Helmi, penyebab kelangkaan BBM tak bisa hanya disederhanakan sebagai dampak dari pendangkalan alur laut di Pelabuhan Pulau Baai. Ia mengingatkan bahwa antrean panjang di SPBU sudah terjadi bahkan saat kondisi pelabuhan masih normal.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Bengkulu akan menyurati langsung Menteri BUMN dan jajaran Direksi Pertamina untuk meminta penambahan kuota BBM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur juga menyoroti ketimpangan distribusi, menyebut provinsi tetangga seperti Lampung dan Sumsel tidak mengalami kelangkaan serupa.
Selain permintaan penambahan kuota, Helmi juga mendorong pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Ia meminta sistem barcode diperkuat untuk mencegah potensi penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jangan panik, jangan beli berlebihan. Pemerintah sedang berupaya penuh agar kebutuhan BBM masyarakat segera terpenuhi,” kata dia.
Sementara itu, perwakilan PT Pertamina Bengkulu Fauzan menyatakan penyaluran BBM ke Bengkulu saat ini bergantung pada jalur darat dari Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi karena kapal pengangkut BBM tidak bisa masuk ke Pelabuhan Pulau Baai.
"Distribusi dari Palembang ke Lubuk Linggau memakai kereta, tapi saat ini ada kendala operasional. Dampaknya, stok di Lubuk Linggau kosong," ujar Fauzan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!