Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Tegaskan Semarang sebagai Simbol Harmoni Antaragama dan Budaya

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wali Kota Tegaskan Semarang sebagai Simbol Harmoni Antaragama dan Budaya Doc: Antara
Ket. Pergelaran Karnaval Paskah Kota Semarang Jawa Tengah 2025.

Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa Kota Semarang Jawa Tengah merupakan rumah bagi berbagai agama dan budaya yang hidup berdampingan secara damai.

"Sampai saat ini kita mampu hidup berdampingan dengan damai. Kota Semarang adalah rumah bagi berbagai budaya dan agama, dan kita berhasil menjaga kedamaian itu bersama-sama sejak dulu sampai nanti," katanya di sela Karnaval Paskah Kota Semarang 2025 di Semarang, Jumat (23/5).

Ia mengungkapkan kebahagiaan atas perayaan Karnaval Paskah yang kembali terselenggara sejak 2016, tetapi sempat terhenti karena pandemi Covid-19 dan pemilu.

"Senang sekali rasanya melihat semangat para peserta, masyarakat yang hadir, dan terutama persaudaraan lintas agama yang ikut meramaikan acara. Sejuk sekali rasanya," katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kota Semarang agar menjadikan momen karnaval itu sebagai kesempatan memperkokoh kesatuan di tengah keragaman.

Pergelaran Karnaval Paskah 2025 berlangsung dengan meriah, disaksikan masyarakat yang menonton di sepanjang rute, mulai kawasan Kota Lama hingga depan Balai Kota Semarang.

Berbagai ornamen dan simbol visualisasi jalan salib hingga iring-iringan parade Paskah yang dibangun oleh umat, jemaat, dan masyarakat ditampilkan.

"Senang sekali bisa ikut menyambut Paskah seperti ini. Kangen, karena lama tidak terselenggara. Saya sampai terharu saat visualisasi tadi," kata Maria (50), warga Semarang Barat yang sedang menonton.

Ia yang datang bersama keluarganya itu terlihat asyik mengabadikan momentum saat rombongan peserta karnaval tiba.

Senada juga disampaikan Geeta (15) yang menyatakan kegembiraannya bisa melihat teatrikal penyaliban Tuhan Yesus dan ikut menyanyikan kidung-kidung rohani selama Karnaval Paskah 2025 berlangsung.

"Saya baru pertama kali lihat, bagus sekali. Semoga tahun depan ada lagi," katanya.

Karnaval Paskah 2025 yang melibatkan 10 ribu jemaat gereja di Kota Semarang maupun komunitas lintas agama lainnya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Paskah.

Sebelumnya telah digelar perayaan Dugderan dan festival Ogoh-Ogoh, kini giliran umat Kristiani se-Kota Semarang yang akan mengadakan Karnaval Paskah Kota Semarang 2025.

Karnaval Paskah dimeriahkan oleh barisan karnaval dari pasukan berkuda Polrestabes Semarang, marching band SMP Dominico Savio, pelajar pembawa bendera merah putih, komunitas disabilitas dan lintas agama, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), jemaat Gereja Katolik dan Kristen Protestan, pelajar SMP dan SMA, hingga mobil-mobil hias yang menambah semarak suasana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Harga Pangan: Harga Komodit...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.