Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebaran Depok Upaya Lestarikan Budaya Lokal

📅 Senin, 19 Mei 2025, 21:53 WIB | Oleh: Tim Penulis

Lebaran Depok berisi berbagai tradisi unik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dengan warga Depok sejak zaman dahulu, mulai dari ngubek empang, ngaduk dodol, motong kebo andil, nyuci perabotan, nyedengin baju,ngerowahin, pasar penghabisan, dan rantangan.

Acara Lebaran Depok 2025 yang berlangsung selama sepekan dimulai dengan acara ngubek empang, yaitu tradisi menangkap ikan yang dilakukan dengan tangan kosong di kolam atau empang.

Tradisi ini merupakan budaya warga Depok menyambut Lebaran yang mempunyai filosofi kebersamaan dalam menyambut Idul Fitri.

Pemerintah Kota Depok berusaha untuk terus melestarikan tradisi ngubek empang sebagai upaya mengenalkan budaya Betawi kepada generasi muda.

Selain itu juga budaya nyuci perabotan yang dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu berkebaya dan ikat kepala seperti orang zaman dahulu.

Mereka mencuci beberapa dandang dan salang atau keranjang dari rotan menggunakan sabun dan sabut kelapa.

Filosofinya, perabotan yang bersih mencerminkan rumah bahwa tangganya tertata penuh kedamaian dan keberkahan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan dalam museum, tapi harus dihidupkan, dirayakan, dirawat, dan diwariskan dalam bentuk menyenangkan dan mendidik.

Budaya lainnya adalah ngerowahin yang merupakan tradisi Betawi yang biasanya dilakukan sebelum memulai suatu kegiatan besar atau menyambut Ramadan.

Ngerowahin sebagai bentuk tasyakuran serta permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh rangkaian kegiatan Lebaran Depok. 

Tradisi ngerowahin atau ruwahan merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Depok, khususnya Betawi, yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial.

Tradisi ini adalah bentuk doa bersama sebelum memulai suatu kegiatan besar. Tujuannya adalah memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan kepada Allah.

Ada juga budaya tradisi motong kebo andil yangmerupakan warisan kebiasaan orang tua zaman dulu, ketika warga patungan untuk membeli kerbau agar semua dapat menikmati daging saat Lebaran,terutama bagi anak-anak yang telah menunaikan puasa penuh selama bulan Ramadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.