Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebaran Depok Upaya Lestarikan Budaya Lokal

📅 Senin, 19 Mei 2025, 21:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebaran Depok Upaya Lestarikan Budaya Lokal Doc: ANTARA
Ket. Panggung Lebaran Depok 2025 di Alun-alun Kota Depok.

DEPOK – Suasana Alun-alun Kota Depok berubah seperti era 70-an ketika para pejabat beserta   anggota DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok tampil dengan pakaian nyentrik ala tempo dulu.

Mereka mengenakan pakaian nyentrik tersebut untuk merayakan Lebaran Depok 2025 yang digelar untuk ketujuh kalinya.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengenakan pakaian putih dan celana cutbray berwarna biru dengan memakai topi ala cowboy Betawi yang dibalut dengan ikat pinggang berwarna putih dan sepatu lancip berwarna putih.

Sedangkan istrinya, Siti Barkah Hasanah atau biasa disapa Cing Ikah, mengenakan pakaian ala Noni Belanda dengan baju warna putih bermotif biru yang panjang dan dilengkapi dengan payung kecil putih dengan membawa tas cokelat.

Tak kalah menariknya dalam berkostum tempo dulu, Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari, mengenakan pakaian berwarna hijau muda dengan wig rambut kribo berwarna biru muda, serta dengan aksesori selendang berwarna biru yang menjuntai ke bawah.

Tentu juga tak kalah hebohnya dalam berpakaian tempo dulu ala tahun 70-an, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah. Dia secara khusus menjahit celana yang cutbray berwarna biru dongker, dengan kemeja warna biru bermotif cokelat muda.

Untuk menambah aksinya, ia mengenakan rambut palsu dan juga kacamata rayben berwarna hitam.Penampilan para pejabat Depok ini membuat warga yang berkunjung di Lebaran Depok tidak mengenali mereka karena tampilan pakaian yang jauh berbeda dari biasanya.

"Saya kira siapa ternyata Bang Hamzah," kata Wati, salah seorang pengunjung Lebaran Depok.

Lebaran Depok 2025 yang berlangsung 11–17 Mei merupakan peluang besar bagi Kota Depok untuk dikenal lebih luas sebagai destinasi wisata budaya.

Penampilan para pejabat dengan mengenakan pakaian era 70-an itu merupakan bagian dari acara Lebaran Depok yaitu nyedengin baju, tradisi orang tua zaman dulu yang ingin membelikan baju anaknya untuk merayakan Lebaran.

Karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas pada masa itu, orang tua biasanya mengukur pundak anak-anaknya menggunakan tali rafia sebagai acuan dalam membeli baju Lebaran.

Meski ekonomi pas-pasan, orang tua zaman dulu tetap berupaya memberikan yang terbaik di momentum Lebaran,mulai dari pakaian hingga makanan.

Wali Kota Depok, Supian Suri, mengajak masyarakat Depok yang kini hidupnya sudah berkecukupan agar tetap menjaga tradisi orang-orang zaman dulu, sehingga nilai-nilai budaya tidak lenyap ditelan zaman.

Budaya Asli Depok

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.