Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ciptakan Konstruksi Berkelanjutan dengan Semen Rendah Jejak Karbon

📅 Senin, 19 Mei 2025, 19:55 WIB | Oleh:
Ciptakan Konstruksi Berkelanjutan dengan Semen Rendah Jejak Karbon Doc: Semen Merah Putih
Ket. GM Sales & Marketing; Nyiayu Chairunnikma, dalam acara Concrete Tech Day Batam 2025, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Mei 2025 di Kota Batam, Kepulauan Riau.

JAKARTA – Sebagai pemimpin pasar semen di Batam, Semen Merah Putih menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi industri konstruksi melalui Concrete Tech Day Batam 2025, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Mei 2025 di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dengan pangsa pasar yang mendominasi dan inovasi produk unggulan, Semen Merah Putih berhasil mempercepat adopsi Green Cement di Pulau Batam. Kesuksesan ini membuat wilayah Batam menjadi salah satu benchmark nasional dalam konstruksi berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi 

Ketika transisi menuju konstruksi berkelanjutan masih berada di fase rencana di banyak wilayah, Batam justru sudah mencatat kemajuan signifikan. Lewat acara ini, Semen Merah Putih menampilkan bagaimana kolaborasi nyata di Batam berhasil mempercepat adopsi semen hijau, sekaligus membuka peluang bagi daerah lain untuk mengikuti jejaknya.

Concrete Tech Day menjadi platform kolaboratif yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri konstruksi dalam mendiskusikan tren dan solusi terkini. Concrete Tech Day tidak hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mendorong transformasi menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan. 

Sebagai agenda reguler tahunan, Concrete Tech Day kali ini diselenggarakan di wilayah yang telah menjadi pionir dalam pemanfaatan semen hijau (hidraulis). Berdasarkan data Semen Merah Putih, lebih dari 90% pemain beton di Batam telah menggunakan semen hidraulis, menjadikan Batam sebagai benchmark penting dari proses transisi industri konstruksi nasional menuju rendah karbon.

GM Sales & Marketing Semen Merah Putih Oza Guswara, menekankan bahwa pendekatan inovatif bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Perusahaannya telah lama menjadikan berbagai spektrum inovasi yang dilakukan, sebagai visi dan model usaha dalam jangka panjang.

“Pesan yang dibawakan oleh Tagar #BangunInovasi Semen Merah Putih adalah sebuah janji yang harus kami lakukan dan deliver ke konsumen apapun tantangannya. Kami meyakini hal yang sama dalam implementasi konstruksi berkelanjutan, oleh karena itu kami mempunyai komitmen greenovation, bahwa implementasi konstruksi berkelanjutan pun harus dimulai dengan inisiasi dan inovasi. Concrete Tech Day adalah salah satu inisiasi kami untuk terus mendorong transformasi penggunaan semen hijau di Indonesia,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (16/5).

Oza menambahkan bahwa komitmen greenovation adalah sebuah pendekatan sustainability yang terintegrasi dari hulu ke hilir, terdiri dari 4 hal, yaitu Process, Product, People dan Planet. Inisiasi keberlanjutan Semen Merah Putih dimulai dari proses produksi yang ramah lingkungan, seperti efisiensi energi dan pemanfaatan kembali energi terbuang untuk pembangkit listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery System. 

Semen Merah Putih terus mendorong peningkatan produksi semen non-OPC yang lebih ramah lingkungan, dengan mencatatkan porsi penjualan sebesar 81 persen  pada tahun 2024. Komitmen ini turut diperkuat melalui pengembangan kapasitas para ahli konstruksi, di antaranya lewat program Mandor Pintar Institute dan forum edukatif seperti Concrete Tech Day.

Selain itu, Semen Merah Putih menginisiasi program perbaikan lingkungan hidup, salah satunya dengan mengembangkan MPtree, sebuah microalgae photobioreactor yang mampu menyerap CO2 dari lingkungan layaknya pohon.

Sinergi Keberlanjutan

Komitmen Greennovation yang diusung oleh Semen Merah Putih, telah membuatnya merancang Semen Merah Putih Flexiplus sebagai solusi ramah lingkungan yang juga unggul secara teknis.  Teknologi dibaliknya memang dikembangkan bukan hanya untuk mengurangi jejak karbon, tetapi juga untuk memastikan kemudahan dan efisiensi dalam penggunaannya di lapangan.

“Kami ingin inovasi ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku konstruksi, bukan hanya sebagai jargon keberlanjutan, tetapi sebagai solusi dan inovasi yang nyata,” jelas Syarif Hidayat, Head of Technical Marketing Semen Merah Putih. 

Dirancang untuk tetap memberikan kualitas dan durabilitas beton yang optimal, Semen Merah Putih Flexiplus juga mengurangi emisi karbon hingga 20 persen dibandingkan semen konvensional (OPC), ujar Syarif. Selain itu, produk ini telah meraih sertifikasi Green Label Indonesia dari Green Product Council Indonesia (GBCI), yang menunjukkan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan tertinggi dalam industri bahan bangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.