Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Trenggalek Gelar Tradisi Larung Sembonyo

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 21:39 WIB | Oleh:
Nelayan Trenggalek Gelar Tradisi Larung Sembonyo Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Nelayan dan masyarakat pesisir menggelar tradisi tahunan Labuh Laut Sembonyo di Teluk Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (18/5).

TRENGGALEK - Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk menyaksikan gelaran adat Labuh Laut (Larung) Sembonyo, Minggu.

Tradisi tahunan nelayan di Teluk Prigi itu diawali dengan kirab tumpeng manten dan tumpeng agung dari Kantor Kecamatan Watulimo menuju PPN Prigi yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Sepanjang rute arak-arakan, warga antusias menyambut iring-iringan yang turut dimeriahkan penampilan jaranan, marching band, serta kesenian rakyat lainnya.

Puncak upacara berlangsung di tengah laut, ketika tumpeng manten dan tumpeng agung dilarung sebagai simbol ungkapan rasa syukur dan doa keselamatan nelayan.

"Labuh laut ini adalah wujud syukur nelayan atas karunia tangkapan selama ini, sekaligus permohonan agar panen ikan tahun depan lebih melimpah," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto.

Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat nelayan Teluk Prigi yang tetap melestarikan tradisi meskipun minim dukungan anggaran pemerintah.

"Tahun ini lebih mandiri. Dukungan dari pemerintah memang tidak sebesar sebelumnya, tetapi berkat semangat warga, upacara tetap terlaksana dengan meriah," ujarnya.

Cuaca mendung sempat menaungi jalannya prosesi, namun tidak mengurangi kekhidmatan acara.

Di sela-sela kegiatan, aparat kepolisian melakukan penertiban terhadap sejumlah perahu yang mengibarkan bendera perguruan silat.

Kapolsek Watulimo AKP Sunarto mengatakan, hal itu dilakukan guna menjaga ketertiban umum serta menghindari potensi gesekan antarpendukung perguruan silat.

Sejumlah kesenian tradisional seperti wayang kulit, tayub, dan pertunjukan tiban juga digelar sebagai rangkaian hiburan masyarakat dalam peringatan Sembonyo.

Budayawan Watulimo Suparlan menjelaskan Sembonyo memiliki akar sejarah panjang.

Tradisi ini diyakini bermula dari kisah Raden Tumenggung Yudho Negoro yang membuka wilayah Prigi dan menikahi Putri Gambar Inten, seorang putri dari wilayah Tengahan.

"Pernikahan itu berlangsung pada hari Senin Kliwon dan sejak saat itu diperingati setiap tahun dengan labuh laut. Hiburan tayub dan jaranan pun menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah itu," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

55 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.