Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berencana Tambah Anak? Ini Tips Agar Si Kakak Tak Merasa Kurang Kasih Sayang

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berencana Tambah Anak? Ini Tips Agar Si Kakak Tak Merasa Kurang Kasih Sayang Doc: The Conversation

Marissa Nivison, University of Calgary dan Sheri Madigan, University of Calgary

Menantikan anak kedua (atau selanjutnya) sering kali memicu perpaduan rasa bahagia dan deg-degan. Umumnya, para orang tua sudah merasa lebih percaya diri ketika menantikan sang adik karena sudah berpengalaman melalui proses melahirkan, sulitnya merawat bayi, dan jam tidur yang sudah pasti tak keruan.

Namun, tak dapat dimungkiri bahwa menambah anak juga menambah tantangan tersendiri untuk sang kakak. Menyeimbangkan antara kebutuhan anak sulung dengan adiknya bukanlah hal yang mudah.

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa sebagian besar orang tua merasa kewalahan dalam memenuhi kebutuhan anak pertama sambil merawat bayi yang baru lahir.

Sebagai psikolog klinis dan psikolog tumbuh kembang, kami berharap informasi berikut ini dapat membantu orang tua menghadapi masa transisi sekaligus mempersiapkan sang kakak untuk beradaptasi dengan susunan keluarga yang baru.

Bagaimana anak bereaksi?

Seorang anak dapat menunjukkan beragam reaksi ketika menyambut adik baru mereka. Beberapa anak bisa merasa sangat antusias dan membanjiri sang adik dengan kasih sayang. Ada juga beberapa anak yang justru merasakan kecemburuan ringan, sedang, bahkan berat.

Bagi anak yang merasa cemburu, perasaan ini dapat memunculkan tingkah laku “drama” seperti tantrum atau menangis. Beberapa anak lainnya bisa merasakan perpaduan perasaan antusias dan cemburu sehingga mereka merasa penasaran sekaligus ragu.

Usia anak yang lebih tua dapat memengaruhi bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan hadirnya adik baru.

Anak berusia 2-3 tahun secara alamiah masih sulit meregulasi emosi, sehingga kedatangan adik baru dapat memperburuk kondisi emosi mereka. Hal ini dapat menimbulkan reaksi yang lebih mengganggu, seperti memukul atau terus-menerus menempel dengan pengasuh.

Anak berusia 4-5 tahun cenderung sudah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan pandangan. Mereka sering kali berupaya menenangkan adik mereka yang menangis. Namun, anak usia ini juga lebih berpeluang bereksperimen pada batasan yang ada pada adik baru mereka.

Anak mencari perhatian

Para psikolog sepakat bahwa menyambut adik baru merupakan momen transisi yang serius bagi seorang anak. Di momen transisi ini, tidak mengherankan bila anak yang menyandang gelar kakak menunjukkan perilaku emosional dan mencari perhatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.