Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Fasilitasi Pasar Seni Daerah Tampil di Art Jakarta

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 08:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenbud Fasilitasi Pasar Seni Daerah Tampil di Art Jakarta Doc: ANTARA
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) saat membuka MTN Market di pameran Art Jakarta di JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (2/9/2026).

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan memfasilitasi enam pameran seni rupa regional untuk dapat tampil dan unjuk gigi dalam gelaran Art Jakarta 2026 yang tergabung dalam MTN (Manajemen Talenta Nasional) Market.

"Kita harapkan daerah-daerah yang mempunyai pasar seni, seniman-seniman yang mungkin ada di daerah-daerah yang selama ini kurang dikenal atau belum mendapatkan kesempatan platform di pasar seni, seperti Jakarta,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Jumat.

Enam festival atau pasar seni rupa yang ikut serta lewat fasilitasi MTN yakni Mini Art Malang dari Malang, Artists Art Fair dari Pekanbaru, ART HEY dari Banyumas, Maa Ledungga dari Gorontalo, Hello Goodbye Photo Market dari Bekasi kemudian Watercolour Art Fair dari Yogyakarta.

Upaya tersebut menjadi langkah Kementerian Kebudayaan mempromosikan kekayaan seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia agar semakin dikenal dan mendapatkan pengakuan pasar.

Selain itu, lewat Art Jakarta, para seniman yang ikut serta lewat fasilitasi MTN ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring hingga bertemu kolektor-kolektor potensial.

"Jadi, kita sangat apresiasi kepada Art Jakarta yang sudah mempunyai platform besar, berkelanjutan dan mudah-mudahan terus-terus semakin besar sehingga kita bisa ikut mendorong juga manajemen talenta, program-program manajemen talenta untuk terlibat di sini,” ujar Fadli Zon.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang bertujuan menjaring, mengembangkan, serta mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.

Program ini juga terbuka untuk seluruh talenta seni budaya Indonesia, dari bibit, potensial, hingga unggul untuk menapaki skema trajektori yang mendukung langkah berkarya di panggung nasional dan juga internasional.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra, Rabu (5/8) mengatakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang seni budaya diposisikan sebagai akses para pelaku budaya untuk meningkatkan kapasitas serta ruang eksistensi untuk mencapai pasar yang lebih luas di kancah nasional maupun internasional.

"MTN ini menjadi sekolah bagi para pelaku budaya. Selama ini, pendidikan seringkali hanya dilihat dari jenjang formal, namun, kita jarang memikirkan bagaimana menyekolahkan para praktisi budaya agar mereka bisa eksis dan memiliki kemampuan yang terukur," ujar Mahendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.