Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dihantam gelombang tinggi, 2 nelayan Cianjur hilang

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 22:30 WIB | Oleh:
Dihantam gelombang tinggi, 2 nelayan Cianjur hilang Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Petugas gabungan Polsek Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, melanjutkan pencarian hari kedua terhadap tubuh nelayan yang dilaporkan hilang di Pantai Cikakap, Sabtu (17/5).

Cianjur -- Petugas gabungan Polsek Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, melanjutkan pencarian nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam setelah perahu yang digunakan terbalik dihantam gelombang di Pantai Cikakap, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Sabtu.

Kapolsek Agrabinta AKP Nanda Rihardja saat dihubungi, Sabtu, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait perahu terbalik yang digunakan dua orang nelayan atas nama Heri (20) dan Diki (20) warga Agrabinta dari nelayan yang pulang melaut.

"Kami langsung berkoordinasi dengan petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, BPBD Cianjur, SAR Cianjur dan nelayan setempat, guna menemukan kedua orang nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam," katanya.

Nelayan atas nama Heri ditemukan selamat dibantu nelayan setempat, sedangkan Diki hingga pencarian dihentikan pada Jumat petang belum ditemukan, sehingga pihaknya melanjutkan pencarian pada Sabtu pagi, namun belum ada tanda keberadaan korban, sehingga pencarian diperluas.

Petugas gabungan melakukan susur tengah dan pinggir pantai dengan harapan tubuh korban dapat segera ditemukan, bahkan pihaknya meminta nelayan ikut membantu dan segera melapor ketika mendapati tubuh korban.

"Kami membagi tim pencarian di tengah dan pinggir pantai dengan harapan tubuh korban dapat segera ditemukan, pencarian diperluas melibatkan warga dan nelayan setempat," katanya.

Pihaknya berharap pencarian hari kedua tubuh korban dapat ditemukan, meski gelombang tinggi dan cuaca cepat berubah ketika petang kerap turun hujan deras disertai angin kencang.

Seiring kecelakaan laut yang terjadi, pihaknya menggencarkan patroli di sepanjang pantai selatan Cianjur, guna mengimbau wisatawan dan nelayan tidak melaut untuk sementara karena cuaca ekstrem masih melanda.

"Jauh hari kami sudah meminta warga terutama nelayan untuk tidak melaut sementara karena cuaca ekstrem, termasuk wisatawan tidak mendekati pantai," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Xi Jinping Kunjungi Korut

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Kunjungi Korut
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.