Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Mengeruk Pendapatan Mencapai Rp51 Triliun

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Mengeruk Pendapatan Mencapai Rp51 Triliun Doc: ANTARA/Khaerul Izan
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6).

JAKARTA – Sepanjang tahun lalu, Pemprov Jakarta mampu menghasilkan pendapatan 51,22 triliun rupiah. “Penyumbang terbesarnya adalah pajak daerah yang mencapai 43,98 triliun,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Senin.

Dia menuturkan, PAD terealisasi sebesar 51,22 triliun atau 94,50 persen dari target 54,20 triliun. Dia menungkapkan ini saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI di Jakarta, Senin.

Pramono juga menyebutkan realisasi PAD yang didapatkan Jakarta terdiri atas pajak daerah sebesar 43,98 triliun, retribusi daerah sebesar 1,53 triliun, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 746,8 miliar. Kemudian, lain-lain PAD yang sah sebesar 4,97 triliun.

Menurut dia, realisasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 meliputi pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Pramono memaparkan pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar 84,45 triliun. Dari target tersebut, realisasi pendapatan daerah mencapai 80,03 triliun atau 94,76 persen.

Selain PAD Jakarta yang mencapai 51,22 triliun, dia juga merinci pendapatan lainnya dari transfer mencapai 28,74 triliun atau 95,52 persen dari target 30,08 triliun. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah terealisasi 73,4 miliar atau 42,52 persen dari target 172,6 miliar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan belanja daerah anggaran 2025 ditetapkan sebesar 85,98 triliun, dengan realisasinya mencapai 76,10 triliun atau 88,51 persen. Pramono mendetilkan, belanja operasi terealisasi 62,57 triliun atau 92,83 persen dari anggaran 67,40 triliun.

Sedangkan belanja modal terealisasi 13,15 triliun atau 86,22 persen dari anggaran 15,25 triliun. Dia menuturkan belanja daerah itu di antaranya digunakan untuk pelaksanaan program prioritas, seperti peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur kota yang terealisasi 18,02 triliun atau 88,39 persen. Program prioritas akselerasi pertumbuhan ekonomi terealisasi 1,03 triliun atau 89,33 persen. Kemudian, program prioritas peningkatan kesejahteraan masyarakat terealisasi 17,06 triliun atau 96,17 persen. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Juara di WTA 500 Singapore ...
Olahraga
Cedera Ringan, Alexander Is...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.