Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Kuala Pencet Lampung Timur

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 23:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Kuala Pencet Lampung Timur Doc: Antara

Lampung Timur - Tim SAR gabungan mencari seorang nelayan bernama Santika (30), warga Pandeglang, Banten yang dinyatakan hilang saat mencari ikan di perairan Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan Santika terjatuh dari kapal nelayan KM Doa Ibu di Perairan Sekopong, Kuala Penet, Lampung Timur.

“Iya benar, telah terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan salah seorang nelayan dinyatakan hilang di perairan Kuala Penet, atas kejadian itu tim SAR gabungan langsung melakukan proses pencarian,” kata dia.

Ia menjelaskan tim di lapangan menyusuri area laut menggunakan satu kapal milik Basarnas dan kapal nelayan.

Hanya saja, katanya, dalam melakukan pencarian pihaknya terkendala cuaca buruk dan ombak yang cukup besar sehingga menyulitkan petugas.

Dia mengatakan korban terjatuh dari perahu tersebut pada Selasa, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak tiga anak buah kapal KM Doa Ibu ketika itu sedang lego jangkar untuk pembersihan jaring.

“Korban atas nama Santika berada di buritan kapal sedang memasak, saat itu rekan korban yang sedang membersihkan jaring melihat korban terjatuh,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, katanya, teman korban berusaha melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.

“Selanjutnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pembina nelayan serta Pos Pol Air Kuala Penet, dan pembina nelayan menyampaikan kepada Pos SAR Bakauheni dan langsung dilakukan pencarian,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.