Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah Terseret Penguatan Dolar, Pasar Masih Menunggu Sinyal Data Ekonomi AS

📅 Selasa, 16 Des 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Terseret Penguatan Dolar, Pasar Masih Menunggu Sinyal Data Ekonomi AS Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang masih menanti kejelasan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) melalui rilis data ekonomi terbarunya.

Ketidakpastian tersebut mendorong aliran modal bersikap lebih defensif, sehingga permintaan terhadap aset berdenominasi dolar AS meningkat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Di tengah kondisi itu, ruang penguatan rupiah cenderung terbatas meski fundamental domestik relatif terjaga.

Pergerakan nilai tukar lebih dipengaruhi sentimen global jangka pendek, khususnya ekspektasi suku bunga The Fed, yang membuat pasar menahan posisi hingga sinyal ekonomi AS memberikan arah yang lebih jelas.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (16/12), bergerak melemah 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.691 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.667 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan ini seiring fokus pasar yang masih menunggu petunjuk ekonomi AS.

“Fokus pasar minggu ini sepenuhnya tertuju pada lebih banyak petunjuk tentang ekonomi AS, dimulai dengan data penggajian non-pertanian (Non-Farm Payroll/NFP) untuk bulan November, yang akan dirilis Selasa sore (16/12). Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan lebih banyak tanda pendinginan di pasar tenaga kerja AS,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

NFP diperkirakan masih akan lemah dengan hanya menambah 25-25 ribu pekerjaan, jauh dibandingkan angka normal yang biasanya di atas 100 ribu.

Selain itu, pasar juga menunggu data indeks harga konsumen AS untuk bulan November 2025 yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS menjadi indikator utama untuk memantau laju inflasi di Amerika Serikat.

Pergerakan IHK tidak hanya mencerminkan perubahan harga barang dan jasa sehari-hari, tetapi juga menjadi acuan bagi pasar dan pembuat kebijakan, termasuk Federal Reserve, dalam menentukan arah suku bunga dan kebijakan moneter.

Kenaikan IHK yang tajam biasanya menandakan tekanan inflasi meningkat, sementara penurunan memberi sinyal perlambatan tekanan harga, yang pada gilirannya berdampak pada nilai tukar, arus modal, dan ekspektasi ekonomi global.

“Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar The Fed untuk mengubah kebijakan, dengan bank sentral telah menegaskan kembali pendiriannya yang berbasis data dalam seminggu terakhir,” kata Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.693 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.669 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.