Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Kamis Pagi Melemah Seiring Pernyataan The Fed yang Lebih 'Hawkish'

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Kamis Pagi Melemah Seiring Pernyataan The Fed yang Lebih 'Hawkish' Doc: ANTARA
Ket. Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta pada Kamis (8/5) pagi, melemah sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.546 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.536 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah usai Federal Reserve (The Fed) bernada lebih hawkish dari perkiraan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) setelah dalam pertemuan FOMC, The Fed bernada sedikit lebih hawkish dari perkiraan dan mempertahankan suku bunga," ucapnya di Jakarta, Kamis (8/5).

Sesuai perkiraan, The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25-4,5 persen.

Melansir dari Anadolu Agency, suku bunga dipertahankan karena FOMC berupaya mencapai lapangan kerja maksimal dan inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang seiring ketidakpastian tentang prospek ekonomi telah meningkat lebih jauh.

Jika terdapat risiko yang menghambat tujuan tersebut, FOMC disebut akan siap menyesuaikan sikap kebijakan moneter sebagaimana mestinya.

"The Fed masih enggan menurunkan suku bunga karena memandang meningkatnya risiko ekonomi dari meningkatnya inflasi dan pengangguran," kata Lukman.

Sebelumnya, kritik berulang disampaikan Presiden AS Donald Trump terhadap Gubernur The Fed Jerome Powell yang menganggap gagal bertindak cepat saat risiko ekonomi meningkat.

Karena itu, Trump menuntut The Fed agar bisa memangkas suku bunga agar tak menghambat ekonomi AS.

Kendati The Fed bersikap lebih hawkish, harapan perundingan tarif antara China dengan AS bisa membatasi pelemahan kurs rupiah.

"Memang perkembangan seputar tarif agak membingungkan. Secara jangka pendek akan menguatkan dolar karena ekonomi AS bisa terhindar dari resesi, sehingga mata uang EM (emerging market) tertekan," ujar dia.

"Namun secara umum, akan positif bagi mata uang EM jangka panjang karena eksposur besar pada perdagangan internasional, dan juga akan meningkatkan sentimen risk on di pasar yang cenderung positif bagi mata-mata uang beresiko," ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp16.450-Rp16.660 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.