Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Tegas! Rekrutmen Pegawai RSUD Dipastikan Transparan dan Bebas Titipan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Banten Tegas! Rekrutmen Pegawai RSUD Dipastikan Transparan dan Bebas Titipan Doc: Antara
Ket. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi Banten Nana Supiana.

Serang - Pemerintah Provinsi Banten memastikan proses rekrutmen pegawai untuk RSUD Labuan di Kabupaten Pandeglang dan RSUD Cilograng di Kabupaten Lebak dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi Banten Nana Supiana di Kota Serang, Banten Senin, menyusul adanya temuan dugaan ketidaksesuaian dokumen dari sejumlah pelamar.

Nana menegaskan bahwa meskipun hasil pengumuman sudah dirilis, masih tersedia ruang untuk masa sanggah dan pembuktian keaslian dokumen.

“Setiap yang berkepentingan, terutama peserta, ketika ditemukan ada dokumen yang keasliannya tidak bisa dibuktikan, akan melalui proses klarifikasi. Konfirmasi hasil akhirnya nanti disampaikan ke BKN,” ujar Nana.

Menurut Nana, sistem rekrutmen menggunakan mekanisme seperti pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di mana terdapat afirmasi dan pembuktian dokumen. Bila ditemukan adanya kecurangan atau ketidaksesuaian, maka hasilnya bisa dibatalkan.

“Panitia berhak membatalkan kelulusan jika terbukti ada dokumen palsu atau tidak sesuai,” katanya.

Diketahui, hasil sementara mengungkap adanya 34 dugaan kasus di RSUD Labuan dan 10 kasus serupa di RSUD Cilograng terkait dengan dokumen afirmasi yang tidak sah. Temuan ini akan disampaikan ke BKN untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Nana menjelaskan, afirmasi dalam seleksi ini diberikan sesuai domisili peserta, seperti tercantum dalam pengumuman. Misalnya, pelamar asal Pandeglang untuk RSUD Labuan mendapat afirmasi 30 persen, begitu pula pelamar asal Lebak untuk RSUD Cilograng.

Sementara pelamar dari luar Banten seperti Jakarta atau Cirebon tidak mendapat afirmasi dan dinilai murni dari hasil CAT (computer assisted test).

“Sudah jelas dan terbuka, semua skor dan afirmasi itu kami umumkan. Proses ini dirancang agar publik juga bisa mengawasi. Kalau ada kelalaian dari dalam atau luar, bisa segera terkoreksi,” ujar dia.

Ia juga menekankan bahwa proses rekrutmen ini bukan soal perasaan atau asumsi, tapi berdasarkan fakta, data primer, dan metodologi yang terukur. Bahkan, setelah peserta dikontrak pun, jika kemudian ditemukan kecurangan, maka kontraknya bisa dibatalkan.

“Kalau sudah kontrak dan terbukti curang, bisa langsung dicabut kelulusannya. Jadi ini benar-benar seleksi yang terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujar Nana menegaskan.

Proses seleksi ini menjadi pembelajaran penting bagi publik bahwa integritas dan keabsahan dokumen merupakan syarat mutlak dalam setiap rekrutmen pegawai.

Nana mengajak semua pihak mendukung upaya pengisian SDM di rumah sakit yang sudah lama tidak beroperasi tersebut dengan tetap menjunjung prinsip kejujuran dan keadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Swasembada Gula Dimulai dari Lampung
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.