Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Kemarau Ekstrem, 640.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke 40 Titik

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Hadapi Kemarau Ekstrem, 640.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke 40 Titik Doc: Tempo Scan Group
Ket. Distribusi air bersih dari Tempo Scan Group melalui program CSR "Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia". Sebanyak 640.000 liter air bersih dibagikan ke 40 titik di Jawa dan Sumatra untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan selama kemarau 2026.

JAKARTA – Puncak musim kemarau 2026 meningkatkan tekanan terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang mengalami kekeringan. Terbatasnya sumber air membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari minum dan memasak hingga menjaga kebersihan keluarga.

Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan beban ekonomi masyarakat karena sebagian warga harus membeli air bersih ketika sumber air di sekitar tempat tinggal mereka mulai mengering.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puncak musim kemarau pada Agustus 2026 mencakup sebagian besar wilayah Indonesia. Pada dasarian pertama Agustus, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah berada pada periode puncak musim kemarau. Sementara itu, sebanyak 169 ZOM atau 25,41 persen diperkirakan baru memasuki puncak kemarau pada September.

Sejumlah wilayah juga menghadapi penurunan ketersediaan air selama periode kemarau. Kondisi tersebut menjadikan akses terhadap air bersih sebagai salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat di daerah terdampak.

Di tengah situasi tersebut, Tempo Scan Group menjalankan program "Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia" pada Agustus hingga September 2026. Program bertema “Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan” ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.

Melalui program itu, Tempo Scan mendistribusikan sebanyak 640.000 liter air bersih ke 40 titik prioritas di wilayah terdampak kekeringan di Pulau Jawa dan Sumatra. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Sumatra Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penentuan lokasi penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kerja sama ini dilakukan untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan sekaligus memastikan distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Deputy Managing Director CCHC PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kehadiran perusahaan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Sebagai perusahaan 100% Indonesia yang telah dipercaya selama lebih dari tujuh dekade, kami melihat bahwa menjadi bagian dari masyarakat Indonesia berarti turut hadir ketika kebutuhan mendasar menjadi semakin sulit dipenuhi,” katanya dalam siaran pers, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama periode kekeringan, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Winny menambahkan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan nilai yang dipegang Tempo Scan, yakni Bertanggung Jawab (Responsibility) dan Bermanfaat (Usefulness).

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah daerah di wilayah yang mengalami dampak kekeringan. Wali Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, H. Arlan, mengatakan bahwa musim kemarau ekstrem berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayahnya. Menurutnya, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Musim kemarau ekstrem tahun ini sangat berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah kami, sehingga bantuan ini menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Arlan.

Ia mengapresiasi kepedulian Tempo Scan Group dan berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak kekeringan. Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin. Ia mengatakan bahwa kekeringan berkepanjangan dapat semakin membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Tak Mau Warga Kelaparan Pemkab Nduga Saluran 50 Ton Beras

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...

Sekda Diperiksa KPK, Bupati Langkat Mulai Keringat Dingin

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...
Rona
Bahaya, Makanan Rakyat Ubi ...

Bogor Diobrak-abrik KPK, Klaim Layanan Berjalan Normal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Diobrak-abrik KPK, Kl...
Luar Negeri
Negara-negara yang Bertalia...
Luar Negeri
Nepal Bosah-baseh, 10.000 K...
Daerah
Pertinggi Cadangan Pangan B...
Megapolitan
Hari Ini Aktivitas Jakarta ...
Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Daerah
Unjuk Rasa Damai Mahasiswa ...

Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Inovasi Harus Bermanfaat ba...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.