Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Dekati Permukiman dan Sekolah di Barru, Tim Gabungan BNPB Terus Berjibaku.

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Karhutla Dekati Permukiman dan Sekolah di Barru, Tim Gabungan BNPB Terus Berjibaku. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas dari tim gabungan berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di di Sulawesi Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area dekat permukiman dan sekolah di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, mengatakan upaya pemadaman dengan skema penyiraman darat tersebut masih berlangsung dilakukan oleh tim di petugas gabungan di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel agar dampaknya tidak meluas.

"Api sempat berhasil dikendalikan, namun kembali menyala dan kemudian menjalar lokasi kebakaran berada di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, atau di sekitar SMA Negeri 3 Barru," katanya.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan berdasarkan hasil kaji cepat dan penuturan saksi insiden kebakaran lahan seluas kurang lebih tiga hektare tersebut sebenarnya telah terdeteksi sejak dua hari sebelumnya.

Namun, kata dia, sebagaimana laporan sampai dengan Kamis (27/8) tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya, itu masih melakukan pemadaman di lokasi kejadian mengingat akses dan kondisi cuaca yang menjadi tantangan.

Belum ada laporan lebih lanjut terkait bagaimana dampak karhutla terhadap aktivitas belajar mengajar,  namun dia mengingatkan peristiwa ini mengisyaratkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di sekitar kawasan pemukiman maupun fasilitas publik, serta tidak melakukan tindakan yang memicu timbulnya percikan api selama puncak kemarau.

"Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan melalui pemantauan sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama masyarakat di wilayah pegunungan dengan akses yang sulit dijangkau," kata Berton SP Panjaitan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.