Rp56 Miliar Digelontorkan untuk Sekolah Papua Harapan di Nabire, Perkuat SDM Anak Papua.
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 14:02 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Provinsi Papua Tengah mengalokasikan anggaran Rp56 miliar secara bertahap untuk pembangunan fasilitas Sekolah Papua Harapan (SPH) di Kabupaten Nabire sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) anak Papua di bidang religi.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Nabire, Jumat, mengatakan pembangunan fasilitas SPH akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah dan kemampuan pembiayaan pemerintah daerah.
"Tahap awal pembangunan dialokasikan Rp6 miliar pada 2026, kemudian Rp7 miliar pada tahun berikutnya, disusul alokasi lebih besar pada tahap selanjutnya hingga seluruh fasilitas dengan nilai sekitar Rp56 miliar dapat diselesaikan," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang karena fondasi pendidikan yang kuat diperlukan untuk mempersiapkan generasi Papua Tengah menghadapi masa depan.
Pendidikan menjadi salah satu program prioritas dalam kepemimpinannya karena pembangunan manusia tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi harus disertai pembentukan karakter, integritas, kejujuran, moral, dan keterampilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap SPH dapat menjadi sekolah yang membentuk anak-anak Papua menjadi manusia berkarakter dan memiliki keterampilan sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan ketika menyelesaikan pendidikan.
“Kesempatan itu datang satu kali. Selagi di bangku pendidikan, belajar dengan tekun agar kelak menjadi manusia yang berilmu, berkarakter, berketerampilan dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah akan terus berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan pendidikan yang layak, termasuk anak-anak dari wilayah pedalaman yang membutuhkan akses untuk bersekolah.
Selain pembangunan fasilitas, ia meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Nabire terhadap kebutuhan pendukung pendidikan, termasuk penyediaan bus sekolah untuk memudahkan mobilitas peserta didik.
Ia menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membantu menyiapkan masa depan anak-anak Papua.
“Uang kita bisa cari, jabatan kita bisa cari, hal-hal duniawi bisa kita cari, tetapi menaruh fondasi kehidupan itu hanya sekali dalam hidup,” katanya.
Ia mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh agar pendidikan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan diri sendiri sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Papua Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!