Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permintaan Meledak! Tuna Bersertifikat MCS Raup Cuan Besar Usai Kenaikan 24%

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permintaan Meledak! Tuna Bersertifikat MCS Raup Cuan Besar Usai Kenaikan 24% Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyusun tumpukan ikan tuna yang siap ekspor ke sejumlah negara di Ambon, Maluku, Jumat (13/5/2022).

KABUPATEN BOGOR - Tuna bersertifikat adalah tuna yang telah mendapatkan sertifikasi dari organisasi yang mengakui standar perikanan berkelanjutan, seperti Marine Stewardship Council (MSC). 

Sertifikasi ini memastikan bahwa tuna tersebut berasal dari perikanan yang berkelanjutan, baik dari segi populasi ikan maupun ekosistem lautnya. 

Volume tuna yang dijual dengan sertifikasi ecolabel biru dari Marine Stewardship Council (MSC) meningkat 24 persen dalam setahun, yakni mencapai hampir 300.000 metrik ton pada periode 2024-2025.

Head of Species Strategies MSC Laura Rodriguez dalam keterangannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/5), menjelaskan angka tersebut berdasarkan data yang dirilis oleh MSC dalam edisi terbaru dari Sustainable Tuna Yearbook.

"Data ini mencakup penjualan tuna segar dari konter ikan, beku, dalam makanan siap saji atau makanan hewan peliharaan, serta tuna kaleng," jelas Laura.

MSC mengumumkan, beberapa perikanan tuna baru saja disertifikasi sebagai perikanan berkelanjutan secara lingkungan pada tahun ini. Di antaranya adalah Kyowa-Meiho, perikanan tuna purse seine Jepang pertama yang mendapatkan sertifikasi; tuna Southern Bluefin Australia; dan perikanan tuna Atlantik Senegal yang mencetak sejarah sebagai perikanan pertama yang memenuhi Standar Perikanan MSC di Afrika Barat.

Perikanan tuna albacore Afrika Selatan yang menggunakan metode pole and line menjadi perikanan pertama yang berhasil melanjutkan MSC Improvement Program menuju sertifikasi pada tahun 2024.

Saat ini, sebanyak 2,82 juta ton tuna dari perikanan bersertifikat MSC diproduksi setiap tahun, yang berkontribusi setengah dari total tangkapan tuna liar global.

Di Indonesia, hingga April 2025 sekitar 14.000 metrik ton tuna sirip kuning dan cakalang dari 2.227 kapal telah memenuhi Standar Keberlanjutan MSC, dengan sebagian penjualannya beredar di pasar domestik.

"Penjualan tuna dengan ekolabel telah berkembang selama beberapa tahun terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sangat terinspirasi melihat kemajuan di perikanan tuna seluruh dunia untuk memenuhi permintaan dari ritel dan konsumen, yang secara tidak langsung mendorong kemajuan ini di lapangan," ungkap Laura.

Tuna adalah spesies migrasi, sehingga stoknya terbagi ke banyak negara yang harus mencapai kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah pengelolaan untuk memastikan perikanan tetap berkelanjutan.

Dua perikanan tuna besar, yakni cakalang di Samudra Pasifik Tengah Barat (WCPO) dan albakor di Pasifik Utara berhasil mencapai tonggak penting dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan tahun lalu dengan berhasil menerapkan Strategi Tangkap atau Harvest Strategy guna memastikan kesehatan stok tuna tersebut dalam jangka panjang.

Jumlah tuna yang ditangkap setiap tahunnya telah meningkat secara stabil sejak tahun 1950-an, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Laporan State of the World’s Fisheries (SOFIA) terbaru pada 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 3 juta ton cakalang segar, dan lebih dari 1,5 juta ton tuna sirip kuning segar ditangkap pada tahun 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Hungaria Pasang Badan Lindu...

BMKG: Suhu Udara Indonesia Masih Normal

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: Suhu Udara Indonesia ...

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menteri UMKM: Ojol Resmi Ja...
Nasional
Kemkomdigi Tutup Masa Sangg...
Daerah
PT KAI: Penumpang KA BIAS N...
Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.