Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul Pertahankan Tradisi Wiwit Jelang Panen Padi

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 15:26 WIB | Oleh:
Bantul Pertahankan Tradisi Wiwit Jelang Panen Padi Doc: ist
Ket. tradisi wiwit menjelang panen padi

BANTUL – Di Yogyakarta tradisi wiwit menjelang panen padi nyaris hilang. Namun Kabupaten Bantul masih mempertahankan tradisi wiwit.

Wiwit adalah semacam doa syukur atas panen dan minta izin Tuhan untuk memanen agar diberi kelancaran. Setelah doa, pendoa lalu membagi-bagikan makanan yang telah disiapkan.

Biasanya anak-anak langsung antre untuk menerima sebungkus nasi wiwit. Meski sedikit, rasanya sangat nikmat. Nasi wiwit diberi tambahan lauk seperti ikan asin, kadang ayam suwir, lalu ada juga gudangan (urap).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa dalam kegiatan upacara wiwitan yang dilanjutkan panen raya seluas satu hektare di Pendowoharjo ini, sebagai bagian dari upaya dalam mendukung ketahanan pangan di Bantul.

"Panen raya dalam luasan satu hektare yang diproyeksikan produktivitas delapan ton per hektare ini juga dihadiri Bulog. Artinya jaminan keterbelian gabah kering panen dari petani ini langsung dijamin. Saya sebagai saksi dan itu dibeli 6.500 per kilogram," katanya.

Kelompok tani Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta hingga akhir April telah menyelesaikan panen padi 4.000 hektare dengan produktivitas rata rata delapan ton per hektare.

"Musim panen ini sudah hampir selesai karena puncak panen raya Maret-April. Total panen Maret-April kurang lebih 4.000 hektare," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo di Bantul, Selasa.

Salah satu lokasi panen padi April ini,  di bulak Blunyahan, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul seluas satu hektare dengan produktivitas panen delapan ton per hektare gabah kering panen.

Kegiatan panen raya padi Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Kelurahan Pendowoharjo ini diawali dengan tradisi wiwitan atau syukuran atas hasil panen, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah ini.

"Jenis padi yang ditanam di bulak Blunyahan Pendowoharjo adalah Inpari 42. Luasan di bulak ini sekitar satu hektare," tutur Joko. Dia mengatakan bahwa dengan total luas panen 4.000 hektare dan produktivitas delapan ton tersebut maka total produksi gabah kering panen di Bantul hingga Maret April sebanyak 32.000 ton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

8 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

13 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.