Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Dihantam Gelombang Gugatan Akibat Kebijakan Tarif Impor

📅 Senin, 28 Apr 2025, 13:30 WIB | Oleh:
Trump Dihantam Gelombang Gugatan Akibat Kebijakan Tarif Impor Doc: Doc: AFP/Mandel Ngan

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi gelombang gugatan hukum atas kebijakan tarif impor yang dinilai membebani dunia usaha dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Menurut laporan The New York Times, Minggu (27/4), gugatan diajukan oleh pejabat negara bagian, pelaku usaha kecil, hingga kelompok konservatif yang sebelumnya dikenal dekat dengan pemerintahan Trump.

Salah satu pengusaha yang mengambil langkah hukum adalah Rick Woldenberg, CEO Learning Resources, perusahaan mainan edukasi di Illinois. Woldenberg menyatakan bahwa biaya tarif yang tinggi atas produk impornya dari China membuat operasional perusahaannya terganggu. “Saya akan melakukan segala upaya untuk menjaga kesehatan perusahaan, tetapi kami sudah pincang,” ujarnya seperti dikutip The New York Times.

Hingga akhir April ini, berbagai gugatan dilayangkan dengan dasar bahwa Presiden Trump melanggar batas kewenangannya dengan menerapkan tarif tanpa persetujuan Kongres. Para penggugat menilai Trump menyalahgunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA), yang tidak secara eksplisit memberi wewenang kepada presiden untuk memberlakukan tarif impor.

Sebelumnya, sebanyak 12 jaksa agung negara bagian Demokrat, termasuk dari Colorado, New York, dan Oregon, mengajukan gugatan federal untuk membatalkan sebagian besar kebijakan tarif tersebut. Negara bagian California bahkan menggugat lebih awal, menyebut bahwa kebijakan Trump merugikan perekonomian dan anggaran mereka.

Di sisi lain, kelompok bisnis besar seperti U.S. Chamber of Commerce dan Business Roundtable memilih untuk tidak mengajukan gugatan, meskipun telah mengkritik dampak tarif terhadap dunia usaha. Neil Bradley, Wakil Presiden Eksekutif U.S. Chamber of Commerce, menyatakan bahwa melobi pemerintah untuk segera mengurangi tarif dinilai sebagai pendekatan yang lebih efektif.

Sengketa hukum ini berpusat pada interpretasi terhadap IEEPA. Trump mengklaim bahwa defisit perdagangan dan penyelundupan fentanyl menjadi alasan darurat untuk memberlakukan tarif, termasuk terhadap negara-negara sekutu. Namun para ahli hukum berpendapat bahwa undang-undang tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk melegitimasi tarif impor skala besar.

Gugatan juga diajukan oleh kelompok hukum konservatif seperti Pacific Legal Foundation dan New Civil Liberties Alliance, mewakili perusahaan-perusahaan kecil yang terdampak kenaikan tarif. Salah satunya, Stonemaier Games, memperkirakan harus membayar tarif tambahan sebesar US$1,5 juta atas impor produknya dari China.

Jeffrey Schwab dari Liberty Justice Center menegaskan, “Presiden tidak memiliki kewenangan selain yang secara eksplisit didelegasikan oleh Kongres untuk menerapkan tarif,” sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Sampai berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi atas berbagai gugatan tersebut. Pertarungan hukum ini diperkirakan akan menjadi ujian penting terhadap batasan kekuasaan presiden dalam menetapkan kebijakan perdagangan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.