Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengawasan SPMB Bukan Hanya Pelaksanaan

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Pengawasan SPMB Bukan Hanya Pelaksanaan Doc: Foto tangkapan layar Ombudsman
Ket. Kick Off Pengawasan Pelaksanaan SPMB/PPDB, secara daring, Kamis (24/4).

JAKARTA - Pengawasan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bukan hanya saat pelaksanaan, tapi harus menyeluruh. Anggota Ombudsman RI Bidang Pendidikan, Indraza Marzuki Rais, mengatakan, berbagai indikasi kecurangan SPMB atau dulunya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dipicu oleh ketidakpatuhan pelaksana pada pencegahan potensi maladministrasi.

"Pencegahan ini penting, karena korupsi adalah ujung dari maladministrasi. Korupsi selalu diawali oleh maladministrasi," ujar Indraza, dalam Kick Off Pengawasan Pelaksanaan SPMB/PPDB, secara daring, Kamis (24/4).

Dia menjelaskan, masalah yang akan muncul dalam SPMB bermula pemetaan kebutuhan dan penyusunan juknis yang tanggung jawabnya diserahkan begitu saja pada dinas pendidikan. Dengan begitu, pihaknya akan melakukan pengawasan mulai dari persiapan petunjuk teknis sampai dengan pasca pelaksanaan SPMB/PPDB.

"Jadi pengawasan sudah dimulai sejak awal. Salah satu temuan kami di tahun-tahun sebelumnya, sembab sengkarut pelaksanaan adalah pemerintah daerah lupa memetakan berapa jumlah sekolah yang tersedia," jelasnya.

Indraza mengungkapkan, SPMB sebuah proses penyelenggaraan layanan yang berulang kali dilaksanakan setiap tahunnya. Seharusnya, kata dia, tidak ada lagi masalah dan tantangan dalam pelaksanaan yang sifatnya berulang.

Dia menyebut, terdapat tiga pelanggaran terbesar dalam penyelenggaraan SPMB/PPDB berdasarkan temuan Ombudsman. Masalah tersebut terjadi saat hasil seleksi diumumkan, implementasi yang tidak sesuai aturan, dan kecurangan prosedur terkait PPDB di seluruh Indonesia.

"SPMB atau PPDB ini proses berulang, namun masalah, kendala, dan tantangan yang kita temui terus ada," katanya.

Sebagai informasi, pemerintah resmi mengganti PPDB menjadi SPMB. Beberapa perubahan dalam sistem baru tersebut yaitu jalur zonasi menjadi jalur domisili, pelibatan sekolah swasta, dan kuota tiap jalur penerimaan.

Sementara itu, Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Iwan Lesmana, mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelayanan publik pada beberapa daerah terkait PPDB. KPK menemukan adanya kerentanan terjadinya korupsi berupa pemberian gratifikasi, indikasi penyuapan dan pemerasan pada pelayanan publik sektor pendidikan.

"Pemerasan, ini bentuk pungutan secara kasar. Pungli bentuk halusnya." tuturnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, berharap kehadiran SPMB mampu mengatasi berbagai kendala yang terjadi dalam sistem PPDB. Menurutnya, perlu mekanisme koordinasi yang efektif antara dinas pendidikan daerah dan sekolah swasta dalam implementasi SPMB ke depan.

"Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu difokuskan pada kesiapan pelaksanaan aturan, memastikan tidak ada penyalahgunaan jalur tertentu," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mantan Presiden Senegal Mun...
Luar Negeri
Sri Lanka Lumpuh Total, Lis...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.