Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mbok Yem, Penjaga Puncak Lawu: Dari Waginem Menjadi Sosok Legendaris Gunung

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 21:35 WIB | Oleh:
Mbok Yem, Penjaga Puncak Lawu: Dari Waginem Menjadi Sosok Legendaris Gunung Doc: Dok. istimewa
Ket. Ket. Sosok ibu bagi banyak pendaki ini dikenal ramah, dan tak pernah sekalipun meninggalkan posnya di puncak meski diterpa cuaca ekstrem. Dia juga sempat menolong wisatawan yang kelelahan, tersesat, atau sakit di jalur Lawu.

Nama asli Mbok Yem adalah Waginem atau Wakiyem, seorang perempuan tangguh yang berasal dari wilayah Magetan, Jawa Timur. Seiring waktu, ia lebih dikenal sebagai Mbok Yem, sebuah nama panggilan akrab yang mencerminkan kedekatan emosional dan rasa hormat dari para pendaki dan warga sekitar.

Dalam budaya Jawa, "Mbok" adalah sapaan yang menunjukkan penghormatan kepada seorang wanita yang lebih tua, mirip dengan "ibu" atau "bude". Sedangkan "Yem" diambil dari bagian belakang namanya, Wakiyem. Maka dari itu, Waginem atau Wakiyem kemudian lebih dikenal sebagai "Mbok Yem", panggilan penuh kasih dan penghormatan yang melekat hingga ia dikenal secara luas di kalangan pendaki Gunung Lawu.

Mengabdi di Puncak Lawu Sejak 1980-an

Mbok Yem mulai tinggal di puncak Gunung Lawu sekitar awal 1980-an, saat masih menjual jamu dan makanan ringan untuk para pendaki. Warung sederhananya berdiri di ketinggian sekitar 3.150 mdpl, tak jauh dari puncak tertinggi Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Kehadirannya menjadi semacam “penjaga gunung” — memberi kehangatan dan makanan bagi para pendaki, serta menjadi simbol kehadiran manusia yang tulus dan kuat di tengah kerasnya alam.

Warung Tertinggi dan Sosok Inspiratif

Warung Mbok Yem terkenal sebagai warung tertinggi di Pulau Jawa, dan ia tinggal di sana sepanjang tahun, hanya turun sesekali saat Lebaran atau acara keluarga. Sosoknya menjadi legenda hidup Gunung Lawu — sederhana, ramah, dan kuat secara fisik serta mental.

Hingga kini, meski Mbok Yem telah wafat (wafatnya dikabarkan pada 28 April 2022), namanya tetap hidup dalam kenangan para pendaki dan masyarakat pecinta alam. Banyak yang menyebut bahwa tak lengkap mendaki Lawu jika belum mampir ke Warung Mbok Yem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.