Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Video Orang Berjubah Putih di Gunung Lawu! Apa yang Dilakukan di Tugu Hargo Dumilah?

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 08:10 WIB | Oleh:
Viral Video Orang Berjubah Putih di Gunung Lawu! Apa yang Dilakukan di Tugu Hargo Dumilah? Doc: Instagram

Karanganyar, Jawa Tengah – Sebuah video pendek yang menunjukkan sekelompok orang berjubah putih mengelilingi Tugu Triangulasi di puncak Gunung Lawu, tepatnya di Hargo?Dumilah, tengah menjadi viral sejak akhir pekan lalu. Dalam video tersebut, terlihat kelompok itu duduk bersila dan bergerak searah jarum jam, menyanyikan langgam Jawa yang berisi pujian spiritual, seperti melaksanakan semacam “tawaf” mini di tengah alam terbuka.

Pihak kepolisian dan Perhutani segera menindaklanjuti beredarnya video tersebut. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa memastikan aksi ini terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025, setelah rombongan melakukan pendakian dari jalur Cemoro Sewu pada Kamis, (10/7). Ia menambahkan, fenomena serupa kerap terjadi saat memasuki bulan Suro atau Muharam dalam tradisi Jawa, di mana banyak pendaki melaksanakan ritual di puncak Lawu.

Penelusuran mendalam Perhutani KBPH Lawu Selatan mengungkapkan bahwa rombongan ini bukan sekadar kelompok aliran tak dikenal, melainkan bagian dari kegiatan ziarah tahunan yang dilaksanakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah. Menurut Asisten Perhutani Mulyadi, tradisi ini telah berlangsung selama 14 tahun terakhir, dengan ritus doa, tawasul, dan salat Jumat di sekitar Tugu Hargo Dumilah.

Mulyadi menambahkan bahwa rombongan terdiri dari sekitar 100 orang mengenakan pakaian putih saat tiba di lokasi puncak sebagai simbol kesucian dan fokus spiritual. “Mereka berpakaian seperti untuk salat. Laki-laki memakai jubah dan sorban putih, perempuan memakai mukena putih,” ujar Mulyadi.

Sementara itu, relawan Ceto (Reco), Eko Sapardi Memora, menjelaskan bahwa dari pengetahuan relawan lokal, rombongan itu termasuk kelompok kejawen atau kepercayaan lokal, namun bukan praktik menyimpang. “Itu seperti kejawen atau aliran?aliran kepercayaan gitu. Nggih berdoa pas itu,” ungkap Eko.

Fenomena ini memicu reaksi beragam dari masyarakat dan media sosial. Beberapa pendaki tampak mengabadikannya, sementara pengguna net media menanyakan apakah ini bentuk sekte, doa massal, atau ziarah spiritual. Namun, pihak berwenang menegaskan tidak terjadi gangguan, dan suasana di puncak tetap kondusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.