Dorong Kesetaraan Perdagangan, AS Lipatgandakan Tarif Impor Bagi Tiongkok Jadi 245%
📅 Kamis, 17 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) kembali melipatgandakan tarif impor untuk barang Tiongkok yang masuk ke negara tersebut menjadi 245 persen. Peningkatan besaran tarif itukarena tindakan balasan dari Tiongkok yang mengenakan tarif impor ke barang AS sebesar 125 persen setelah sebelumnya AS menetapkan tarif impor ke Tiongkok sebesar 145 persen.
Jika mencermati kondisi tersebut, maka AS dinilai bukan melakukan perang dagang, tetapi memang tidak mau berdagang lagi karena dalam posisi yang merugi. Dengan defisit neraca perdagangannya yang defisit hingga 500 miliar dollar AS per tahun, maka strategi tersebut membuatnya tidak mungkin kalah.
Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara yang diminta pendapatnya, dari Jakarta, Rabu (16/4) mengatakan, tarif baru Trump yang fantastis dan perintah peninjauan soal mineral pentingmenunjukkan strategi tarif impor Trump selama ini sebenarnya memiliki sasaran utama Beijing, mengingat dominasi Tiongkok yang semakin mengancam hegemoni AS di dunia.
“Secara umum Trump ingin ada ballance (seimbang) neraca perdagangan dengan negara-negara di dunia dengan tujuan membangkitkan kembali zaman keemasan AS, yang dalam dekade belakangan sudah dibayangi negara-negara industri seperti Tiongkok, atau India meskipun India agak masih jauh,” kata Dian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini kata Dian, rivalitas utama AS baik dari sisi ekonomi maupun militer adalah Tiongkok. AS yang begitu sensitif terhadap setiap reaksi balasan Tiongkok menunjukkan hal itu semakin nyata.
AS bahkan, sudah memberi tenggat 90 hari pada negara-negara lain untuk menyesuaikan tarif, bahkan terbuka untuk dinegosiasikan, kecuali Tiongkok yang tidak diberi napas. Hal itu menunjukan Presiden Trump serius ingin membatasi perkembangan ekonomi Tiongkok.
Sebab, bagaimanapu kemajuan teknologi militer Tiongkok juga bergantung pada kemajuan ekonomi AS, sehingga negara adidaya itu punya kepentingan untuk menekan ekonomi Tiongkok. Dia berharap dengan menekan tarif habis-habisan, termasuk dengan menyasar mineral langka Tiongkok, akan membantu Trump mencapai tujuannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keamanan Nasional
Sebelumnya, Gedung Putih pada Selasa (15/4) sore, mengumumkan, tarif ke Tiongkok sebesar 245 persen karena memberikan tindakan tarif balasan ke produk AS.
Seperti dikutip dari New Delhi Television Limited (NDTV), pengumuman itu muncul saat Presiden Donald Trump mengesahkan penyelidikan terhadap "risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh ketergantungan AS pada mineral penting dan produk turunan yang diimpor dan diproses, seperti kobalt, litium, dan nikel, dan logam tanah langka yang digunakan untuk memproduksi telepon pintar dan baterai (untuk kendaraan listrik), serta peralatan militer.
“Perintah Trump menunjukkan bahwa AS bergantung pada sumber-sumber asing, yang berisiko mengalami guncangan rantai pasokan yang serius, berkelanjutan, dan jangka panjang. Kebergantungan ini, meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan nasional , pertumbuhan teknologi, dan kemakmuran ekonomi,” kata Gedung Putih.
Tiongkok selain mengenakan bea sebesar 125 persen atas barang-barang Amerika, juga telah melarang ekspor barang-barang tertentu, termasuk barang-barang yang digunakan oleh produsen kedirgantaraan dan kontraktor militer.
Pada Rabu pagi, seorang pejabat tinggi Tiongkok mengklaim tarif AS memberikan tekanan pada mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!