Bayern vs Dortmund: Der Klassiker Diwarnai Ancaman Gagal di Liga Champions
📅 Jumat, 11 Apr 2025, 15:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
BERLIN – Laga Der Klassiker antara Bayern Munich dan Borussia Dortmund akan kembali tersaji di Allianz Arena, Sabtu (12/4/2025), dalam situasi yang jauh dari ideal bagi kedua tim raksasa Jerman.
Kedua klub tengah berada di bawah tekanan besar usai hasil buruk di leg pertama Liga Champions. Bayern takluk 1-2 dari Inter Milan di kandang sendiri, sementara Dortmund dihajar 0-4 oleh Barcelona di Camp Nou.
Skuad asuhan Vincent Kompany harus menang minimal dua gol di San Siro pada leg kedua untuk lolos ke semifinal tanpa drama adu penalti. Catatan tandang Bayern ke Milan sedikit memberi harapan: tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari lima laga di San Siro.
Mereka juga memiliki kenangan manis di stadion tersebut, di mana Bayern meraih gelar Liga Champions tahun 2001 usai mengalahkan Valencia.
Namun tekanan tetap besar, apalagi posisi Bayern di puncak klasemen Bundesliga bisa terancam. Jika Bayer Leverkusen menang atas Union Berlin pada laga lebih awal, Bayern akan turun hanya unggul tiga poin saat kick-off Der Klassiker.
Sebaiknya Anda baca juga:
Situasi Borussia Dortmund bahkan lebih buruk. Pasukan Niko Kovac harus membalikkan defisit empat gol melawan Barcelona — misi hampir mustahil di kompetisi sekelas Liga Champions.
“Bayern setara dengan Barcelona. Kalau kami bertahan seperti kemarin, kami akan dihukum lagi,” kata Kovac.
Namun Dortmund masih punya kepentingan besar di liga domestik. Mereka berada di peringkat delapan klasemen Bundesliga, tertinggal lima poin dari zona empat besar. Kemenangan atas Bayern akan sangat penting untuk menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Satu hal yang bisa menjadi penyemangat: Dortmund berhasil menang 2-0 di Allianz Arena musim lalu—kemenangan tandang pertama mereka atas Bayern di Bundesliga sejak 2014.
Di sisi lain, Bayer Leverkusen berpeluang memangkas jarak dengan Bayern. Mereka akan menjamu Union Berlin dan mendapat dorongan besar dengan kembalinya Florian Wirtz dari cedera.
“Kalau tidak ada halangan, Wirtz akan main akhir pekan ini,” ujar direktur olahraga Simon Rolfes.
Kembalinya Wirtz juga diharapkan bisa menghidupkan kembali ketajaman striker Patrik Schick, yang baru mencetak satu gol sejak sang gelandang absen. Delapan dari 17 gol Schick musim ini datang berkat assist dari Wirtz.
Benedict Hollerbach, penyerang Union Berlin, menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam upaya timnya menjauh dari zona degradasi Bundesliga.
Dengan koleksi 8 gol dan 3 assist dalam 28 laga, Hollerbach telah mencetak gol penentu dalam dua kemenangan 1-0 musim ini, termasuk saat melawan Wolfsburg pekan lalu. Ia juga mencetak gol penyama kedudukan melawan Bayern Munich dan Eintracht Frankfurt.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!