Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 10:37 WIB | Oleh:
Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal. Doc: Antara Foto
Ket. Jenazah korban dibawa ke RSUD OKU Selatan untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VER)

Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan mengamankan SDI, oknum Kepala Desa (kades) Sukabumi karena diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban Suhendra (49) hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim OKU Selatan AKP Aston L Sinaga dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Palembang, Kamis mengatakan bahwa peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini dilakukan tersangka bersama dua pelaku lainnya yaitu JK dan IN yang masih dalam pengejaran polisi," katanya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut bermula saat JK mendatangi rumah kontrakan Suhendra di Desa Sukabumi.

JK diduga langsung memukul korban menggunakan tangan kosong karena menuduh Suhendra memiliki hubungan perselingkuhan dengan istrinya.

Korban kemudian dibawa berjalan kaki menuju rumah Kepala Desa Sukabumi yang disaksikan oleh dua orang saksi.

Setibanya di rumah kepala desa, situasi semakin memanas di mana terduga pelaku IN, yang disebut merupakan anak kandung JK turut melakukan kekerasan terhadap korban dengan memukul dan menendang berulang kali, terutama pada bagian kepala dan tubuh korban.

Dalam situasi tersebut, SDI yang berada di lokasi juga diduga ikut tersulut emosi dan melakukan kekerasan terhadap korban.

"Korban sempat kritis dan dilarikan ke bidan desa, namun pada Rabu (19/8) sekitar pukul 05.30 WIB, Suhendra dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Belum sempat dimakamkan, pihaknya menghubungi pemerintah desa dan meminta agar proses pemakaman ditunda sampai petugas kepolisian tiba di lokasi.

Polisi selanjutnya membawa jenazah Suhendra ke RSUD OKU Selatan untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VER).

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan awal, polisi memperoleh bukti permulaan yang cukup untuk mengamankan SDI.

"Dalam pemeriksaan tersebut, SDI mengakui keterlibatannya dalam aksi kekerasan terhadap korban karena tersulut emosi sehingga langsung diamankan aparat. Untuk dua pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran petugas," tegasnya.

Dalam kasus ini, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu buah bantal bersarung biru yang terdapat bercak darah, satu buah bantal kursi warna merah putih dengan bercak darah, serta satu unit telepon genggam milik korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.