Pemerintah Siap Survei 80 Lokasi Baru Sekolah Rakyat
📅 Selasa, 08 Apr 2025, 23:25 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pemerintah siap menyurvei 80 lokasi baru Sekolah Rakyat. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan, survei akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melihat apakah di lokasi tersebut bisa langsung digelar pembelajaran.
"Nah, setelah Lebaran ini, PU akan mensurvei sekitar 80 tempat lagi untuk melihat kemungkinannya apakah 80 tempat itu bisa juga digunakan untuk penyelenggaraan proses belajar-mengajar tahun ini pula," ujar Mensos, usai Halal Bihalal Pegawai Kemensos, di Jakarta, Selasa (9/3).
Dia menyebut, saat ini sudah ada 53 lokasi yang sudah final bisa menyelenggarakan sekolah rakyat. Nantinya, di lokasi tersebut akan ada pemetaan untuk menyaring para calon siswa terdekat dengan sekolah, termasuk untuk guru dan tenaga kependidikan yang bertugas.
"Kemarin kita baru simulasi-simulasi. Kemungkinan dari 53 sekolah itu kita mungkin memerlukan lebih dari 1000 guru. Belum lagi yang nanti menjadi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan lain sebagainya," jelasnya.
Finalisasi Juknis
Sebaiknya Anda baca juga:
Gus Ipul mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan finalisasi petunjuk teknis (juknis) Sekolah Rakyat. Juknis mencakup rekrutmen guru, rekrutmen siswa, pengadaan sarana, beserta kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab dalam keberlangsungan Sekolah Rakyat.
Selain Kemensos dan Kementerian PU, lanjut dia, ada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengurusi kurikulum dan rekrutmen guru. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga terlibat aktif untuk membantu mengkoordinasikan dengan gubernur, bupati, wali kota.
"Sekarang sudah ada 300 lebih provinsi, kabupaten, dan kota yang mengajukan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat, baik itu berupa tanah di atas 5 hektare dan juga gedung-gedung yang perlu direvitalisasi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mensos menerangkan, guru di Sekolah Rakyat merupakan guru sekolah formal yang kurikulumnya disiapkan Kemendikdasmen. Selain itu, calon guru juga akan mendapat pemahaman tentang sekolah pendidikan juga.
"Jadi setelah sekolah formal, ada sekolah pendidikan. Maka pendidikannya 24 jam," tuturnya.
Terkait rekrutmen Siswa, dia menyebut prosesnya akan berlangsung pada bulan April ini. Nantinya ada serangkaian tes bagi calon siswa dan wali murid.
"Kita mulai insya Allah di bulan April. Doakan aja. Nanti makanya saya akan koordinasi hari ini untuk memfinalkan draf juknis itu," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!