Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pedasnya Harga Cabai Rawit di Pasar Cipete, Jelang Idul Adha Capai Rp90 Ribu

📅 Senin, 25 Mei 2026, 17:07 WIB | Oleh:
Pedasnya Harga Cabai Rawit di Pasar Cipete, Jelang Idul Adha Capai Rp90 Ribu Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Seorang pedagang sayur di salah satu pasar di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tengah bertransaksi dengan pembeli, Senin (25/5).

JAKARTA - Menjelang Idul Adha, sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit merah di Pasar Cipete, Jakarta Selatan, mencapai 90 ribu rupiah per kilogram (kg).

"Harga cabai rawit merah sekarang 90 ribu rupiah per kg, kemarin masih 75 ribu rupiah hingga 80 ribu rupiah," kata salah satu pedagang sayur di Pasar Cipete Riyanti saat ditemui di Jakarta, Senin (25/5).

Dia mengatakan kenaikan harga juga dialami bawang merah per kg yang mencapai 60 ribu rupiah. Namun, kenaikan itu masih terbilang sedikit, karena harga sebelumnya 55 ribu rupiah per kg.

Sementara itu, cabai rawit hijau tidak mengalami kenaikan, yakni rata-rata harganya 70 ribu rupiah per kg.

"Harga rawit hijau biasa tidak naik," ujar Riyanti.

Dia menyebutkan kenaikan harga cabai itu disebabkan meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

Menurut dia, harga dari pasar induk memang sudah tinggi, terlebih mengingat kebanyakan pembeli berencana memasak beragam kudapan, seperti rendang, sate dan bakso.

Riyanti pun berharap harga cabai tidak terus mengalami kenaikan karena dikhawatirkan dapat menurunkan daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Salah satu pembeli Yoga (42) mengaku tetap membeli cabai meskipun harganya naik karena sudah menjadi kebutuhan utama untuk memasak sehari-hari.

"Kalau cabai tetap beli walaupun mahal, tapi biasanya jadi mengurangi jumlah pembelian," ucap Rama.

Dia mengatakan kenaikan harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan sudah sering terjadi. Namun, ia berharap harga tidak terus melonjak agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menyebutkan kenaikan harga pangan di ibu kota dipicu oleh peningkatan permintaan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyebab utama kenaikan harga tersebut, yakni kombinasi dari faktor cuaca dan peningkatan permintaan. Selain itu, curah hujan yang masih tinggi juga menyebabkan penurunan produksi dan kualitas panen hortikultura, seperti cabai, bawang merah, bawang putih. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.