Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nilai Tukar Petani di NTB Naik 1,94 Persen

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 21:25 WIB | Oleh:
Nilai Tukar Petani di NTB Naik 1,94 Persen Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Arsip Foto - Seorang petani anggur memeriksa buah anggur yang dibudidayakan di kawasan Wisata Anggur Tajir, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (12/10).

MATARAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kenaikan 1,94 persen pada Maret 2025 menjadi sebesar 124,99 poin bila dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin, di Mataram, Selasa, mengatakan NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan para petani.

"Nilai Tukar Petani pada Maret ada kenaikan dibandingkan Februari 2025 sebesar 1,94 persen," ujarnya.

Wahyudin menuturkan NTP dibentuk oleh dua angka indeks berupa indeks harga yang dibayar petani dan indeks harga yang diterima oleh petani.

Apabila indeks harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayarkan petani, maka itu menandakan bahwa ada keuntungan bagi para petani.

Pada Maret 2025, indeks harga yang diterima petani sebesar 152,81 poin atau naik 3,21 persen ketimbang bulan sebelumnya. Komoditas penyumbang adalah bawang merah, gabah, cabai rawit, jagung, dan sapi potong.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani tercatat berada pada angka 122,26 poin atau meningkat sebesar 1,24 persen dibandingkan Februari 2025. Komoditas yang menyumbang kenaikan indeks tersebut adalah tarif listrik, cabai rawit, bawang merah, beras, dan kangkung.

"Petani juga butuh beras, cabai rawit, penerangan (listrik), kangkung untuk plecing (lauk lokal), dan juga bawang merah," kata Wahyudin.

Lebih lanjut dia menyampaikan dari lima subsektor nilai tukar petani hanya subsektor perikanan yang mengalami penurunan.

Meski NTP perikanan mengalami penurunan sebesar minus 2,40 persen menjadi 104,96 poin, tetapi angka itu masih berada di atas angka 100 poin yang berarti nilai diterima masih lebih besar daripada nilai yang dikeluarkan oleh petani.

Adapun subsektor NTP di NTB yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah hortikultura sebesar 11,57 persen yang membuat nilai tukar melesat dari 196,52 poin menjadi 219,24 poin. Kenaikan NTP hortikultura disebabkan oleh melambungnya harga cabai yang terjadi menjelang Ramadhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.