Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

72 Hektare Lahan Pertanian Rusak Akibat Banjir di Konawe Utara

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 19:27 WIB | Oleh:
72 Hektare Lahan Pertanian Rusak Akibat Banjir di Konawe Utara Doc: ANTARA/HO-BPBD Konawe Utara
Ket. Foto udara situasi di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (7/4).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total seluas 72 hektare lahan pertanian di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, rusak akibat banjir yang dipicu hujan ekstrem.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa (8/4), mengatakan hujan ekstrem atau hujan berintensitas sangat deras itu sudah mengguyur Kabupaten Konawe Utara sejak Rabu (19/3) dan seketika memicu banjir di daerah setempat.

Namun, ketika sudah mulai surut, BNPB menerima laporan dari otoritas terkait di Konawe Utara bahwa hujan dengan intensitas sangat lebat kembali mengguyur pada Minggu (6/4) dan memicu banjir di sejumlah wilayah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyebutkan bahwa hujan mengakibatkan Sungai Lalindu meluap, dan air luapan tersebut setidaknya menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Asera, Wiwirano, Landawe, Oheo, dan Motui di Konawe Utara.

“Kerusakan mencakup 114 rumah, 72 hektare lahan pertanian, 30 hektare lahan perkebunan, serta satu titik di jalan provinsi penghubung antara Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah,” kata dia.

Menurut dia, setidaknya sampai dengan Senin (7/4), dampak bencana hidrometeorologi tersebut masih berlangsung tapi sudah dalam pendampingan dari tim petugas gabungan di Konawe Utara.

Dalam upaya pendampingan tersebut, dia menambahkan bahwa kondisi warga menjadi yang diprioritaskan, di mana sedikitnya jumlah korban terdampak yang terdata sementara ada sebanyak 114 keluarga yang terdiri dari 407 orang warga. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Petani Perkuat Perlindungan...
Daerah
Warga Pasuruan Rayakan Sema...
Megapolitan
Edukasi Program Tunggu Anak...

LRT Jakarta Fase 1B Hampir Rampung

2 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
LRT Jakarta Fase 1B Hampir ...
Megapolitan
Jembatan Penyeberangan Oran...

Limbah Pabrik Cemari Setu di Depok

3 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Limbah Pabrik Cemari Setu d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.