Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 15:56 WIB | Oleh:
BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Warga korban banjir bandang Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, membersihkan lumpur sisa banjir. Minggu (8/3)

SITUBONDO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat ribuan rumah warga tersebar di sembilan kecamatan terdampak.bencana banjir bandang dan angin kencang, pada Sabtu (7/3) malam. 

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto menyampaikan sembilan kecamatan terdampak banjir luapan air sungai dan angin kencang itu yakni Kecamatan Banyuglugur, Jatibanteng, Bungatan, Panji, Besuki, Mlandingan, Kendit, Suboh, dan Situbondo. 

"Data sementara hasil asesmen kami di lapangan ada ribuan rumah terdampak banjir luapan sungai dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (7/3) malam," katanya di Situbondo, Minggu.

Menurut Timbul Surjanto, hujan deras disertai angin kencang dengan durasi sekitar lima jam mengguyur Situbondo dan sekitarnya juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan menimpa rumah warga. 

"Jadi, hujan deras disertai angin tadi malam tidak hanya merendam rumah warga, namun pohon juga banyak yang roboh dan menimpa rumah warga di sejumlah wilayah," katanya.

Sampai saat ini, kata Timbul, anggota Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan instansi terkait lainnya melakukan penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

"Kami masih terus melakukan pendataan jumlah terdampak banjir, angin kencang," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Rahmawati mengaku trauma banjir bandang kembali menerjang rumahnya.

"Banjir sebelumnya besar, tapi yang sekarang lebih besar lagi, dan kami bersama keluarga berusaha menyelamatkan diri," katanya.

Data BPBD Situbondo menyebutkan, banjir luapan air sungai terjadi di enam kecamatan yakni di Kecamatan Banyuglugur, ada dua desa terdampak yakni Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur. Di Kecamatan Besuki ada lima desa yakni Desa Kalianget, Besuki, Kalimas, Bloro dan Pesisir.

Di Kecamatan Jatibanteng ada dua desa terdampak yakni Jatibanteng dan Wringin anom. Kecamatan Mlandingan ada dua desa yakni Selomukti dan Sumberpinang dan satu desa di Kecamatan Bungatan yakni Desa Bungatan, dan di Kecamatan Kendit ada dua desa, yakni Klatakan dan Kendit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.