Tarif Trump Picu Penurunan Tajam Saham AS karena Tiongkok dan UE Berjanji akan Membalas
📅 Jumat, 04 Apr 2025, 09:32 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
JAKARTA - Saham global anjlok sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru yang diperkirakan akan menaikkan harga dan membebani pertumbuhan di AS dan luar negeri.
Dilaporkan BBC, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik anjlok untuk hari kedua, menyusul indeks S&P 500 AS yang mengalami hari terburuk sejak Covid menghancurkan perekonomian pada tahun 2020.
Nike, Apple, dan Target merupakan nama-nama konsumen besar yang paling terpukul, semuanya anjlok lebih dari 9%.
Di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ekonomi AS akan "melonjak" berkat tarif minimum 10% yang rencananya akan diterapkannya pada impor global dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan federal dan membawa pulang manufaktur Amerika.
Presiden dari Partai Republik itu berencana mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap produk dari puluhan negara lain, termasuk mitra dagang seperti Tiongkok dan Uni Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok, yang menghadapi tarif agregat sebesar 54%, dan Uni Eropa, yang menghadapi bea masuk sebesar 20%, bersumpah akan melakukan pembalasan pada hari Kamis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta perusahaan-perusahaan Eropa untuk menangguhkan rencana investasi di AS.
Tarif adalah pajak atas barang yang diimpor dari negara lain, dan rencana Trump yang diumumkannya pada hari Rabu (3/4) akan menaikkan bea tersebut ke beberapa tingkat tertinggi dalam lebih dari 100 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengatakan pihaknya "sangat prihatin", memperkirakan volume perdagangan dapat menyusut sebesar 1% tahun ini.
Para pedagang menyatakan kekhawatiran bahwa tarif dapat memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan.
Pada perdagangan awal hari Jumat (4/4), indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun hingga 1,8%, Kospi di Korea Selatan turun sekitar 1%, dan ASX 200 Australia merosot hingga 1,4%.
Pada hari Kamis, S&P 500 - yang melacak 500 perusahaan Amerika terbesar - anjlok 4,8%, kehilangan nilai sekitar $2 triliun.
Dow Jones ditutup sekitar 4% lebih rendah, sementara Nasdaq anjlok sekitar 6%. Aksi jual saham AS telah berlangsung sejak pertengahan Februari di tengah kekhawatiran perang dagang.
Sebelumnya, indeks saham FTSE 100 Inggris turun 1,5% dan pasar Eropa lainnya juga turun, mengikuti penurunan dari Jepang hingga Hong Kong.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!