Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Efisiensi, Pengamat Nilai Insentif Diperlukan untuk Wujudkan Zero ODOL di 2027

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 04:15 WIB | Oleh:
Tingkatkan Efisiensi, Pengamat Nilai Insentif Diperlukan untuk Wujudkan Zero ODOL di 2027 Doc: Antara foto
Ket. Arsip foto - Mobil truk mengangkut barang berlebih melintas di Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA - Pengamat transportasi dari Inisiasi Strategis Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai insentif diperlukan untuk mendukung terwujudnya kebijakan zero over dimension overloading (ODOL) 2027, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional secara bertahap.

Menurut Deddy, insentif dapat menjadi pendorong bagi pelaku usaha logistik menjalankan transisi menuju penerapan zero ODOL.

"Kebijakan zero ODOL sebenarnya sudah diwacanakan sejak beberapa tahun silam," kata Deddy dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Menurut Deddy, pemerintah perlu memastikan kebijakan zero ODOL didukung langkah yang terukur agar proses transisi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas distribusi barang dan logistik nasional.

Peneliti Senior Instran ini menilai penyusunan roadmap menjadi bagian penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama dalam mempersiapkan penerapan zero ODOL secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan memberikan solusi agar dunia usaha dapat melakukan transisi menuju zero ODOL tanpa mengganggu kelancaran kegiatan logistik di berbagai wilayah Indonesia.

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi perusahaan logistik untuk mengganti armada yang belum sesuai ketentuan menjadi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Deddy menilai pemberian insentif perlu disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur sehingga kebijakan yang diterapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi pelaku usaha dan mendukung kelancaran distribusi logistik.

Menurutnya, penggunaan kendaraan logistik berbasis listrik masih memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai karena ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas di berbagai daerah.

Ia mengatakan keterbatasan infrastruktur tersebut perlu menjadi perhatian agar proses transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan operasional angkutan logistik nasional.

Deddy juga menilai pengembangan angkutan multimoda menjadi pilihan strategis untuk mengurangi ketergantungan distribusi logistik terhadap angkutan truk dalam mendukung implementasi kebijakan zero ODOL.

Ia menjelaskan pola distribusi menggunakan kapal dan kereta api sebagai angkutan utama kemudian dilanjutkan truk sebagai pengumpan dinilai menjadi model yang lebih ideal meski berbiaya tinggi.

"Memang paling ideal itu pengangkutan logistik utama menggunakan angkutan kereta api as role model multimoda dengan kapal lalu transfer ke kereta api baru feeder-nya menggunakan truk, tapi mahal karena double handling," bebernya.

Karena itu, menurut Deddy, pemerintah perlu memberikan insentif maupun subsidi agar biaya angkutan multimoda menjadi lebih kompetitif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...

Harga Cabai Rawit Rp94.900/Kg, Telur Ayam Rp31.000/Kg

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp94.900/...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.