Listrik Mikrohidro Bawa Dampak Positif bagi Perekonomian Desa Sungkung
📅 Jumat, 21 Mar 2025, 13:23 WIB | Oleh: Deri HenriawanSetelah itu, mereka memasang turbin air yang akan mengubah energi kinetik air menjadi energi listrik. Mereka juga memasang generator yang akan mengubah energi listrik menjadi listrik yang dapat digunakan dengan didampingi tim ahli.
Proses pembangunan pembangkit listrik mikrohidro memakan waktu beberapa bulan.
Masyarakat desa Sungkung bekerja keras untuk memastikan bahwa pembangkit listrik mikrohidro dapat beroperasi dengan baik. Akhirnya, pada hari yang ditunggu-tunggu, pembangkit listrik mikrohidro di desa Sungkung resmi beroperasi. Masyarakat desa Sungkung sangat gembira karena mereka dapat menikmati listrik yang stabil dan terjangkau.
Proses pembangunan dilakukan pada 2016 di desa Sungkung III, tepatnya di dusun Senoleng, dan untuk pertama kali listrik hadir pada 2017. Kemudian disusul dusun lainnya pada 2020-2021 di dusun Batu Ampar. Begitu juga dengan desa Sungkung II dan desa-desa lainnya di Kecamatan Siding.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah miliki akses listrik yang stabil dan terjangkau, warga mulai membeli alat-alat elektronik untuk kebutuhan rumah tangga, seperti lampu LED, televisi, kulkas dan kipas angin.
Setelah pembangkit listrik mikrohidro beroperasi, pengeluaran untuk penerangan desa Sungkung turun drastis. Mereka hanya perlu mengeluarkan biaya operasional dan perawatan pembangkit listrik mikrohidro dari biaya yang dihitung Rp5.000 per bola lampu setiap bulannya.
Jika rumah tangga menambah elektronik lainnya seperti televisi di bayar Rp15 ribu, rice cooker penanak nasi Rp10.000, dan kulkas Rp100 ribu. Yang berati rata-rata pengeluaran rumah tangga perbulan dengan pemakaian elektronik lengkap sekitar Rp130-150 ribu perbulan. Sedangkan ketika harus memakai diesel, mereka mengeluarkan biaya hingga Rp500 ribu per bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dibandingkan lagi jika menggunakan minyak tanah, mereka mengeluarkan sekitar Rp150 ribu- Rp200 ribu per bulan untuk membeli minyak tanah dan perawatan pelita. Selain itu minyak tanah juga sangat langka.
Solusi Desa Terpencil
PLTMh termasuk ke dalam sumber energi baru terbarukan yang layak disebut sebagai energi bersih, kata pemerhati lingkungan, yang juga ketua komunitas pencinta alam Tana' Panyanggar Kalbar, Hatari.
Menurut dia, pembangunan PLTMH sangat penting dalam membantu pemerintah menanggulangi krisis energi yang sedang terjadi saat ini terutama untuk meningkatkan rasio kelistrikan pada daerah-daerah terpencil yang tidak mampu dijangkau jaringan listrik PLN.
PLTMh cukup menjawab akan krisis energi, sehingga Kalbar tidak bergantung kepada pasokan energi dari negara tetangga Malaysia, yang energi listriknya juga di hasilkan dari Hidroelektrik Bendungan Bakun yang menghasilkan Daya 2.400 MW.
"Paling tidak mengurangi ketergantungan kita terhadap pasokan listrik dari Malaysia, agar Kalbar juga ada kemandirian dan ketahanan energi," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!