Listrik Mikrohidro Bawa Dampak Positif bagi Perekonomian Desa Sungkung
📅 Jumat, 21 Mar 2025, 13:23 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
BENGKAYANG - Desa Sungkung merupakan nama daerah terpencil di perbatasan Indonesia dan Malaysia bagian timur. Secara administratif berada di Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Desa Sungkung dulunya merupakan desa yang gelap dan terisolasi. Masyarakat desa ini hidup dalam keterbatasan, tanpa akses listrik yang memadai. Aktivitas sehari-hari hanya dapat dilakukan pada siang hari, dan malam hari hanya diterangi oleh lampu minyak atau pun api unggun.
Namun, semuanya berubah ketika listrik mikrohidro hadir di desa itu. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang dibangun di sungai yang mengalir di desa ini berhasil menghasilkan listrik yang cukup untuk menerangi desa mereka.
Masyarakat di desa Sungkung sangat gembira dengan hadirnya listrik mikrohidro ini. Mereka dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik karena memiliki penerangan yang cukup. Ibu-ibu dapat melakukan pekerjaan rumah tangga dengan lebih efisien, karena memiliki listrik yang stabil.
Dengan adanya listrik mikrohidro, desa Sungkung juga menjadi lebih maju. Masyarakat desa ini dapat menikmati fasilitas-fasilitas modern, seperti televisi dan internet. Mereka dapat terhubung dengan dunia luar, dan memiliki akses ke informasi yang lebih luas. Mereka lebih mudah berkomunikasi dengan sanak saudara yang tinggal di luar desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hadirnya listrik mikrohidro di desa Sungkung juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Mereka dapat memulai usaha-usaha baru, seperti warung-warung kecil, kerajinan tangan dan juga pengolahan hasil pertanian.
Dalam lima tahun terakhir, desa Sungkung telah berubah menjadi desa dengan status maju. Masyarakat desa ini telah menikmati manfaat dari listrik mikrohidro, dan telah dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Desa Sungkung telah menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia, bahwa listrik mikrohidro dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa terpencil sebagai bentuk kemandirian energi.
Pada awalnya, masyarakat desa Sungkung hanya memiliki akses listrik yang terbatas. Mereka harus menggunakan generator diesel yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Itupun tidak semua warga mampu membeli. Sisanya mereka menggunakan pelita sebagai penerang. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendapatkan listrik pada 2015, pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama pemerintah desa melakukan survei dan studi kelayakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) di desa Sungkung. Tim survei menemukan bahwa desa Sungkung memiliki potensi aliran sungai yang cukup besar untuk menghasilkan listrik mikrohidro.
Setelah melakukan survei dan studi kelayakan, kemudian rencana pembangunan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa). Mereka memulai proses pembangunan dengan membersihkan lahan dan memasang pipa-pipa yang diperlukan.

Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) Yanga DA di Desa Sungkung II, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (ANTARA/Narwati)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!