Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah dan Lokasi Makam Imogiri, Tempat Dimakamkannya Raja Solo Paku Buwono XIII

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 09:15 WIB | Oleh:
Sejarah dan Lokasi Makam Imogiri, Tempat Dimakamkannya Raja Solo Paku Buwono XIII Doc: Pemprov DIY
Ket. Makam Imogiri di Bantul, DIY

JAKARTA – Jenazah Raja Keraton Surakarta Sri Susuhunan Paku Buwono XIII hari Ini, Rabu (5/11), dimakamkan di pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut keterangan di situs web Dinas Kebudayaan Pemprov DIY, Kompleks Makam Imogiri yang ada di Gunung Merak, terletak di Kabupaten Bantul, DIY. Dulu, kompleks ini dibangun oleh Raja dari Kerajaan Mataram Islam yakni Sultan Agung (1613 M-1646 M).

Kompleks pemakaman ini dikenal dengan sebutan Pajimatan. Sebutan Pajimatan berasal dari kata “Jimat” yang memiliki arti pusaka, tempat untuk pusaka.

Dalam konteks ini, sosok Raja Kerajaan Mataram Islam yakni Sultan Agung, seorang raja yang pertama kali dimakamkan di kompleks ini menjadi leluhur serta pusaka bagi dinasti Kerajaan Mataram.

Pada tahun 1755, Perjanjian Giyanti membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta serta Kesunanan Surakarta, menjadikan adanya beberapa perbedaan batas wilayah.

Namun hal ini tidak mengubah status Kompleks Makam Pajimatan Imogiri sebagai “Harta Suci” kedua kerajaan tersebut. Baik Kesultanan Yogyakarta maupun Kesunanan Surakarta memiliki hak serta kewajiban yang sama dalam melakukan pemeliharaan kompleks makam tersebut.

Kompleks Makam Imogiri terbagi dalam tiga kelompok besar dimana berderet dari sisi barat ke sisi timur. Tiga kompleks tersebut ialah:

1.Kelompok makam Raja-Raja Mataram Islam, terdiri atas 2 kedhaton, yakni Kedhaton Sutan Agungan dan Kedhaton Pakubuwanan.

2.Kelompok makam Raja-Raja Kasultanan Yogyakarta, terdiri atas 3 kedhaton, yakni Kedhaton Kasuwargan, Kedhaton Besiyaran serta Kedhaton Saptarengga.

3.Kelompok makam Raja-Raja Kesunanan Surakarta, terdiri atas 3 kedhaton, yakni Kedhaton Bagusan, Kedhaton Astana Luhur, serta Kedhaton Girimulya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.