Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri ESDM Meminta BBM Subsidi Ditambah untuk Nelayan di Banjarmasin

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 20:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri ESDM Meminta BBM Subsidi Ditambah untuk Nelayan di Banjarmasin Doc: ANTARA
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat kunjungan kerja memantau pasokan BBM di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/3/2025).

BANJARMASIN– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta badan usaha penyedia pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar B40 ditambah pasokan bagi kebutuhan nelayan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Karena nelayan akan menghadapi Idul Fitri, mereka membutuhkan pasokan lebih. Menjelang hari raya, distribusi BBM harus terjamin bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” kata Menteri Bahlil saat mengunjungi Kampung Nelayan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) AKR di Banjarmasin, Rabu (19/3).

Pada 2025, SPBN AKR Banjarmasin memiliki kuota BBM sebanyak 2.003 kiloliter melayani 103 kapal nelayan dengan realisasi penggunaan hingga Maret 2025 sudah mencapai 360,41 kiloliter.

Ia menekankan bawah nelayan harus betul-betul mendapatkan BBM subsidi, jangan sampai nelayan melaut tidak memiliki stok BBM, khususnya saat Idul Fitri.

“Nelayan yang ingin melaut silakan, stok BBM pasti ada, kalau kurang nanti ditambah, jadi jangan khawatir,” ujar Menteri ESDM.

Meski Bahlil meminta penyedia pasokan BBM menambah stok di Kampung Nelayan Banjarmasin, para nelayan mengaku tidak pernah mengeluh terkait ketersediaan pasokan.

Ia menekankan, penyedia harus mampu menjaga pasokan BBM agar nelayan tak khawatir, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti ombak besar yang dapat menghambat pekerjaan mereka.

Menteri Bahlil juga mendorong agar pihak terkait menerapkan mekanisme pengaturan kuota BBM yang disesuaikan dengan musim tangkap ikan sesuai wilayah.

Ia mengatakan bahwa selama musim tangkap ikan yang berlangsung sekitar tujuh bulan dalam setahun, jumlah pemakaian BBM akan dinaikkan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas nelayan. Sedangkan saat musim ombak, penyesuaian diberlakukan agar pasokan terjaga.

Bahlil menyebutkan BBM jenis Solar B40 bagi nelayan diberikan dengan harga Rp6.800 per liter, harga ini sebagai upaya pemerintah menjaga kestabilan operasional bagi para nelayan.

“Pemerintah terus memantau dan mengatur distribusi BBM secara cermat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Menteri Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.