Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Dukung Kolaborasi Bappenas-Airbus demi Perkuat Dirgantara Nasional

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 15:17 WIB | Oleh:
Kemenperin Dukung Kolaborasi Bappenas-Airbus demi Perkuat Dirgantara Nasional Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Penandatanganan kerja sama strategis antara Bappenas dan Airbus SAS mendapat dukungan penuh dari pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Langkah konkret tersebut dinilai menjadi tonggak utama dalam memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional sekaligus mempercepat transformasi ekonomi.

Sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor paling dominan dalam struktur perekonomian Indonesia pada awal tahun. Kinerja manufaktur nasional menunjukkan resiliensi yang sangat positif di tengah upaya transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa pertumbuhan manufaktur nasional melampaui capaian tahun lalu. Agus memaparkan, angka pertumbuhan industri pengolahan pada awal tahun ini mengalami kenaikan.

"Industri Pengolahan pada Triwulan – I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,04 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,55 persen," ucap Agus di Jakarta, Rabu (6/5).

Indonesia diproyeksikan akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di tingkat dunia pada tahun 2030 mendatang. Lembaga International Air Transport Association (IATA) melihat peluang besar tersebut seiring peningkatan mobilitas udara masyarakat.

Kapabilitas manufaktur pesawat nasional kini terus diperkuat oleh perusahaan milik negara yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Perseroan telah berhasil memproduksi berbagai jenis pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kompetitif.

Terdapat 12 perusahaan komponen pesawat di bawah Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM) yang beroperasi. Sebanyak tujuh perusahaan di antaranya bahkan telah memiliki sertifikasi standar kedirgantaraan internasional yang sangat bergengsi.

Sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) nasional sedang menghadapi tantangan penurunan jumlah pesawat yang beroperasi aktif. Gangguan rantai pasok global serta tingginya tekanan biaya operasional menjadi hambatan serius bagi pelaku usaha.

Menperin mengatakan bahwa pemerintah memberikan relaksasi bea masuk nol persen. "Kebijakan ini mencakup 148 pos tarif dan 448 jenis barang serta bahan," ujar Agus.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) menetapkan sektor kedirgantaraan sebagai prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional. Berbagai insentif fiskal dan nonfiskal terus dipersiapkan untuk menarik minat para investor global di Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Ekonomi
Program Mami Sera Dorong Pe...
Nasional
Gladi Persiapan Sidang Tahu...
Daerah
Ada Apa Tiba-tiba Kantor Di...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.