Manajemen: Artificial Reef PT Timah di Rambak Jadi Karang Alami
📅 Selasa, 18 Mar 2025, 13:30 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/HO-Humas PT Timah Tbk
Pangkalpinang, 18/3 - Manajemen PT Timah Tbk menyatakan penenggelaman 240 artificial reef pada 2022 di perairan Rambak Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah berhasil menjadi terumbu karang alami untuk berbagai biota laut di lingkar tambang.
"Alhamdulillah, ratusan terumbu karang buatan yang ditenggelamkan PT Timah sudah menjadi terumbu karang alami dan menjadi habitat baru bagi berbagai biota laut," kata Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan PT Timah Tbk secara konsisten sejak 2016 menenggelamkan ribuan artificial reef di perairan Bangka sebagai salah satu bentuk reklamasi laut yang dilakukan perusahaan sekaligus upaya memulihkan ekosistem laut.
Keberhasilan penenggelaman artificial reef, katnaya, tidak hanya di perairan Rambak, tetapi juga beberapa lokasi seperti perairan Rebo dan Penyusuk, Kabupaten Bangka, Pulau Panjang dan Pulau Pelepas, Kabupaten Bangka Tengah, perairan Tanjung Kubu, Kabupaten Bangka Selatan dan perairan Tanjung Ular dan Malang Gantang, Kabupaten Bangka Barat.
Ia menyatakan keberhasilan artificial reef menjadi terumbu karang alami ini berdasarkan hasil monitoring dilakukan Yayasan Sayang Babel Kite bersama dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung pada Sabtu (15/3).
"Keberhasilan ini tentunya menjadi indikator keberhasilan dalam membangun ekosistem bawah laut yang sehat dan memberikan dampak bagi biota laut di wilayah operasional perusahaan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika mengatakan hasil monitoring menunjukkan artificial reef yang ditenggelamkan telah ditempeli karang alami sehingga banyak ikan datang.
"Ini artinya terumbu karang buatan sudah menjadi terumbu alami. Yang membuat rasa bahagia, ikan karang indikator juga ada di kawasan itu tidak hanya ikan-ikan target yang memiliki nilai ekonomis tinggi," katanya.
Ia menyatakan beberapa jenis ikan indikator yang ada di perairan ini, seperti famili Chaetodontidae, Pomacentridae, dan Apogonidae, sedangkan ikan target yang ada di perairan ini, seperti seminyak, kakap merah, kerapu, tompel, dan sisik tembaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penenggelaman artificial reef ini terbilang berhasil karena jika dilihat dari indeks keanekaragaman hayati sudah lebih dari 30 jenis ikan yang berada di sekitar artificial reef," katanya.
Ia mengapresiasi PT Timah Tbk yang rutin melakukan penenggelaman artificial reef sebagai upaya pengelolaan ekosistem laut dilakukan perusahaan.
"Setelah ditenggelamkan, biasanya akan dilakukan monitoring dan perawatan media selama tiga tahun. Dalam monitoring ini kita bisa melihat komposisi jenis ikan dan penempelan alami, sedangkan untuk perawatan seperti memperbaiki posisi artificial reef, membersihkan sampah yang tersangkut seperti jaring atau sampah kantong plastik. Ini upaya berkelanjutan sehingga hasilnya bisa dirasakan nelayan," ucapnya.
Ia menambahkan koordinat penenggelaman artificial reef juga sudah dibagikan kepada nelayan sehingga memudahkan mereka menangkap ikan.
"Dalam melaksanakan penenggelaman artificial reef PT Timah Tbk berkolaborasi dengan kelompok nelayan dan untuk koordinat penenggelaman juga dibagikan, sehingga nelayan sebetulnya bisa memanfaatkan ini agar mereka mudah untuk mencari titik penangkapan ikan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!