Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Takjil Ramadan Dipastikan Sudinkes Jaksel Aman

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 16:56 WIB | Oleh:
Takjil Ramadan Dipastikan Sudinkes Jaksel Aman Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Seorang pedagang menjajakan minuman takjil di kawasan Pondok Labu, Jakarta, Kamis (13/3).

JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan takjil yang dijajakan selama Ramadhan aman dari bahan berbahaya melalui pengawasan pangan yang rutin dilakukan.

"Kami sudah memeriksa sebanyak 324 sampel takjil dan dipastikan hasil negatif dari bahan pangan berbahaya," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Yudi mengatakan sejumlah sampel itu dikumpulkan dari 10 puskesmas kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

Ratusan sampel itu dengan rincian 21 sampel (Cilandak), 30 sampel (Jagakarsa), 12 sampel (Kebayoran Baru), 8 sampel (Kebayoran Lama), dan 5 sampel (Mampang Prapatan).

Lalu, 76 sampel (Pasar Minggu), 24 sampel (Setiabudi), 120 sampel (Pancoran), 20 sampel (Pesanggrahan), dan 8 sampel (Tebet).

"Proses pemeriksaan takjil masih berlangsung selama bulan Ramadhan sampai tanggal 20 Maret," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang untuk selalu menjaga keamanan dan kualitas pangan selama bulan Ramadhan.

Para pedagang diminta untuk menjaga kebersihan serta memberikan pelayanan yang jujur kepada konsumen dengan menyajikan makanan yang sehat dan layak konsumsi.

"Pastikan bahan makanan yang digunakan segar, tidak kedaluwarsa, dan hindari penggunaan bahan tambahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil," ujarnya.

Kemudian, diimbau pula kepada konsumen agar lebih sadar akan pentingnya memilih makanan yang aman, sehat, dan bersih.

"Jangan tergiur harga murah atau tampilan yang menarik saja, tapi perhatikan juga keamanan dan kebersihannya," tambahnya.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Kesehatan memberikan stiker sebagai bentuk apresiasi dan mereka (pedagang) bersedia untuk diberikan pembinaan oleh Puskesmas.

Diharapkan stiker tersebut dapat menjadi pemberitahuan kepada calon pembeli agar mengetahui tempat membeli takjil yang aman untuk dikonsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Arsitek Reformasi Ekonomi T...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Arsitek Reformasi Ekonomi Tiongkok, Zhu Rongji, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

Arsitek Reformasi Ekonomi Tiongkok, Zhu Rongji, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.