Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Sampel Makanan Takjil Ramadhan PKL di Kota Madiun

📅 Senin, 09 Mar 2026, 22:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uji Sampel Makanan Takjil Ramadhan PKL di Kota Madiun Doc: Antara
Ket. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan uji sampel guna memeriksa kandungan bahan makanan takjil yang dijual para pedagang di Taman Bantaran Kota Madiun, Senin (9/3/2026).

Madiun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan uji sampel untuk memeriksa kandungan bahan makanan takjil yang dijual para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Bantaran dalam momentum Ramadhan 1447 Hijriah.

Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur Yenni Dwi Kurniawaty di Madiun, Senin, mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan makanan takjil. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang dijual aman dikonsumsi oleh masyarakat.

"Pemeriksaan takjil ini pada dasarnya rutin dilakukan setiap tahun. Hari ini kami melakukan pemeriksaan di Taman Bantaran sebagai titik sampling, karena sebelumnya Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun sudah melakukan pemeriksaan di kawasan Bunderan Taman," ujar Yenni.

Menurutnya, dalam sidak tersebut timnya mengambil sampel dari 10 jenis makanan dan minuman secara acak yang dijual pedagang. Beberapa di antaranya es buah, pentol bakso, risol mayo, cilok, jelly, hingga minuman dalam kemasan.

Dari jumlah tersebut, enam sampel langsung diperiksa secara kimia menggunakan metode uji cepat di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.

"Enam sampel yang diuji secara kimia di tempat hasilnya negatif semua," kata Yenni.

Sementara itu, empat sisa sampel lainnya akan menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari, karena harus melalui tahap pengembangbiakan bakteri.

"Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan sampel takjil yang diambil hari ini juga menunjukkan hasil negatif," katanya.

Ia menambahkan melalui kegiatan tersebut timnya juga melakukan edukasi kepada pedagang untuk menjual makanan dan minuman dengan menggunakan bahan yang sehat dan tidak berbahaya. Pengujian secara metode rapid test atau uji cepat tersebut guna mengantisipasi pada empat parameter bahan berbahaya, yakni metanil yellow, rhodamin B, boraks, dan formalin.

Pihaknya juga mengedukasi para konsumen agar teliti dan bijak dalam membeli jajanan. Ia meminta konsumen mengantisipasi jajanan yang memiliki warna terlalu mencolok, karena rawan menggunakan pewarna yang berbahaya.

Sementara, dalam kegiatan itu petugas juga menemukan pedagang yang menjual jajanan Ciki bull yang menggunakan dry ice di kawasan Bantaran.

Menurut Yenni, temuan tersebut menjadi perhatian, karena penggunaan nitrogen cair atau dry ice sempat menjadi sorotan pada 2024 dan telah dilarang. Saat itu, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Pemprov Jatim yang melarang konsumsi makanan tersebut.

Karenanya, temuan penjualan dry ice akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembinaan bagi pelaku usaha. Pihaknya juga akan berkoordinasi lintas daerah, karena produk tersebut diketahui diproduksi di luar Kota Madiun.

Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan dan pembinaan keamanan pangan seiring banyaknya penjual takjil dadakan selama Ramadhan guna memastikan warga Kota Madiun mengonsumsi makanan yang aman dan sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.