Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angkutan Sungai Masih Diminati Pemudik Kaltim Jelang Lebaran 2025

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 08:14 WIB | Oleh:
Angkutan Sungai Masih Diminati Pemudik Kaltim Jelang Lebaran 2025 Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
Ket. Aktivitas angkutan sungai di Dermaga Mahakam Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda, Kamis (13/3/2025).

Samarinda, 13/3 - Angkutan sungai di Kalimantan Timur, khususnya di sepanjang aliran Mahakam, masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang hendak mudik menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah/ 2025 Masehi.

"Meskipun masih dua pekan lebih menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di Dermaga Mahakam Ulu, Samarinda, menunjukkan peningkatan, terutama dalam pengangkutan barang kebutuhan pokok," kata Kepala Bidang Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Samarinda V Hari Prabowo usai meninjau keberangkatan kapal di Dermaga Mahakam Ulu, Samarinda, Kaltim, Kamis.

Ia menyatakan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat ke hulu Mahakam sudah terlihat, didorong oleh kebutuhan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.

"Penumpang yang sebagian merupakan pedagang sudah mulai mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan bahan pangan di daerah tujuan," ujar Hari.

Hari menjelaskan bahwa dua kapal telah berangkat dengan muatan yang cukup banyak, namun masih dalam batas toleransi keselamatan.

"Kami telah memeriksa kondisi kapal, termasuk ketersediaan jaket pelampung, pelampung cincin, dan alat pemadam api ringan. Semua dalam kondisi aman dan standar," tambahnya.

Berdasarkan laporan dari Dermaga Mahakam Ulu, dua kapal yang berangkat pada Kamis pagi adalah KM Karya Utama 77F dengan rute Samarinda-Melak, membawa 52 penumpang dan 16 kendaraan roda dua, serta KM Dahliya F3 dengan rute Samarinda-Long Bagun, mengangkut 14 penumpang dan 40 ton barang.

Aulia Rahman, salah seorang penumpang KM Karya Utama 77F dengan rute Samarinda-Melak, mengungkapkan alasannya memilih transportasi sungai.

"Saya memilih kapal karena perjalanannya santai dan tidak terburu-buru. Selain itu, ongkosnya juga lebih murah," katanya.

Aulia menyebutkan bahwa tiket kapal untuk rute tersebut adalah Rp180.000 per orang, di mana harga tersebut belum termasuk untuk biaya muatan kendaraan roda dua.

Aulia juga menambahkan bahwa kondisi jalan darat menuju Melak, Kutai Barat, masih kurang baik terutama jika hujan. "Jalan darat masih rusak di beberapa titik, jadi lebih nyaman naik kapal kalau ingin santai," ujarnya.

Perjalanan kapal dari Samarinda ke Melak memakan waktu sekitar 18 jam, dengan keberangkatan pagi hari dan tiba pada dini hari berikutnya.

Meskipun memakan waktu lebih lama, banyak pemudik memilih angkutan sungai karena kenyamanan dan biaya yang lebih terjangkau.

"Dibandingkan lewat darat, naik kapal tidak melelahkan," kata Aulia, yang rutin pulang kampung ke Melak menggunakan kapal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
  • Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan blokir kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center layanan Blokir kartu ATM Bank ...
  • Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Daerah
Tim SAR Gabungan Temukan Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.