Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai AMS dan Hipotermia Saat Mendaki

📅 Senin, 10 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai AMS dan Hipotermia Saat Mendaki Doc: Antara
Ket. Sejumlah wisatawan asing berjalan saat memulai pendakian melalui jalur Bawak Nao Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, NTB, beberapa waktu lalu.

Mendaki gunung adalah aktivitas yang menantang dan menyenangkan, tetapi di balik keindahan alam, ada risiko kesehatan yang harus diperhatikan, terutama Acute Mountain Sickness (AMS) dan hipotermia. Keduanya bisa menjadi ancaman serius bagi pendaki, terutama di ketinggian yang ekstrem dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Para pendaki disarankan mengenal lebih lanjut dan mewaspadai gangguan tersebuti menyusul baru-baru ini meninggalnya dua perempuan pendaki Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua Tengah pada awal bulan Maret (1/3).

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Faisal Parlindungan Sp.PD menyampaikan bahwa keduanya sama-sama bisa berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik.

"Keduanya bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama dalam kondisi ekstrem di gunung," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seperti dikutip dari Antara.

Dia menyampaikan bahwa penyebab, gejala, dan penanganan kondisi AMS dan hipotermia berbeda.

Menurut dia, AMS terjadi akibat kekurangan oksigen di daerah ketinggian, biasanya di ketinggian di atas 2.500 meter.

"Tubuh tidak terbiasa dengan kadar oksigen rendah, sehingga muncul gejala seperti sakit kepala dan mual. Kondisi ini disebut juga sebagai altitude sickness," katanya.

Sedangkan kondisi hipotermia, ia mengatakan, terjadi karena penurunan suhu tubuh akibat paparan dingin dalam waktu lama.

"Hipotermia terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, menyebabkan suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius," katanya.

Dokter Faisal menjelaskan bahwa gejala AMS utamanya sakit kepala, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, lemas dan kelelahan, susah tidur, serta pusing atau rasa melayang.

Sedangkan kondisi hipotermia, ia melanjutkan, menyebabkan tubuh menggigil hebat, kulit pucat dan dingin, bicara kacau, kebingungan, tidak responsif, serta denyut jantung dan pernapasan melambat.

Cara Mencegah AMS dan Hipotermia Saat Mendaki

  1. Akklimatisasi – Beristirahat di ketinggian tertentu sebelum melanjutkan pendakian agar tubuh bisa beradaptasi.
  2. Hidrasi yang Cukup – Minum air yang cukup untuk membantu tubuh bekerja lebih baik di ketinggian.
  3. Makan dengan Baik – Pastikan asupan makanan cukup untuk menjaga energi tubuh.
  4. Pakai Pakaian Berlapis – Gunakan pakaian yang sesuai untuk menghindari kehilangan panas tubuh.
  5. Jangan Memaksakan Diri – Jika mulai merasakan gejala AMS atau hipotermia, segera turun ke ketinggian yang lebih rendah dan cari pertolongan.

Mengenali tanda-tanda awal AMS dan hipotermia sangat penting bagi setiap pendaki agar dapat melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Dengan persiapan yang baik dan kewaspadaan, pendakian bisa tetap menjadi pengalaman yang aman dan menyenangkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.