Produsen Minyak Pelumas Terus Berkomitmen Mereduksi Emisi CO2
📅 Senin, 10 Mar 2025, 19:45 WIB | Oleh: Vitto BudiDua produsen pelumas Jepang, Idemitsu Kosan Co., Ltd. dan Japan Lubrizol Japan Ltd, dalam seminar itu menyampaikan bahwa pihaknya terus menekankan pentingnya meningkatkan ketersediaan oli berstandar ILSAC GF-6 atau API SP, mempromosikan penggunaan oli berstandar JASO GLV-1 dan GLV-2 untuk viskositas rendah demi efisiensi bahan bakar, serta oliberstandar JASO DL-1, DL-2, dan DL-0 untuk kendaraan diesel ringan.
Sementara, JAMA Motorcycle Oil (MCO) Task Force mendorong penggunaan oli mesin berstandar JASO khusus untuk kendaraan roda dua. Ke depan, MCO akan mengurangi kandungan fosfor dan viskositas demi manfaat lingkungan global dan pengguna.
Dalam sektor alat berat, JCMA juga telah menerapkan beberapa standarisasi untuk alat berat konstruksi seperti JCMAS HK (hydraulic fluid), JCMAS HKB (biodegradable hydraulic fluid), JCMAS GK (grease ), dan JCMAS GKB (biodegradable grease).
Sedangkan pada electric vehicle, sistem e-Axle memerlukan cairan khusus yang memenuhi kebutuhan spesifik, menawarkan solusi pelumasan all in one yang mendukung kinerja optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roadmap Netralitas Karbon
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon BPLH Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudjianto mengatakan Indonesia telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda global menuju netralitas karbon.
Saat ini, terdapat empat aksi mitigasi utama dalam sektor energi untuk mendorong Nationally Determined Contributions (NDC) yakni penggunaan biofuel, electric vehicles, fuel switching dari RON 88 ke RON yang lebih tinggi, dan Compression Natural Gas (CNG) untuk transportasi publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Dadan Kusdiana menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor energi hingga 2030 dengan fokus pada lima aksi mitigasi antara lain efisiensi energi, energi terbarukan, pembangkit energi bersih, bahan bakar rendah karbon, dan kegiatan lainnya.
Hingga 2024, realisasi pengurangan emisi mencapai sekitar 41 persen dari target. Energi terbarukan menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh efisiensi energi. Upaya itu menunjukkan kemajuan signifikan meskipun beberapa sektor masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target penuh pada 2030.
Dengan partisipasi aktif di JAMA Lube Oil Seminar 2025, Pertamina Lubricants semakin menegaskan posisinya dalam industri pelumas global yang siap beradaptasi dengan perubahan regulasi dan tren keberlanjutan. Kolaborasi dengan berbagai produsen otomotif hingga pemerintah menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!