Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Perekonomian Dukung Kemandirian Industri Farmasi Nasional

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 18:42 WIB | Oleh:
Menko Perekonomian Dukung Kemandirian Industri Farmasi Nasional Doc: Dokumentasi Kemenko Perekonomian
Ket. Menko Airlangga Hartarto

JAKARTA - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong kemitraan strategis antara pelaku usaha global dan mitra global dalam industri farmasi nasional. Ia-pun menyambut baik kerja sama yang dilakukan PT Tempo Scan dengan Sino Bio Farmasi (Sino Biopharmaceutical Group).

Keduanya membentuk PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI). Perusahaan joint venture dengan Chia Tai Tianqing Farmasi (Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group)-CTTQ asal Tiongkok.

"Saya mengucapkan selamat, ini merupakan hal yang luar biasa. Kemitraan ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi dan prospek perekonomian di Indonesia," kata Menko Airlangga saat peresmian di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut dia, joint venture industri farmasi Indonesia dan Tiongkok ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto. "Beliau menginginkan Indonesia punya kemandirian di bidang obat-obatan,” ucap Menko Airlangga.

Kerja sama ini, lanjut DIA, diharapkan mampu mendorong pengembangan biofarmasi nasional. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan bagi penanganan penyakit onkologi, penyakit hati (liver), diabetes, penyakit pernapasan, serta antiinfeksi.

Kerja sama tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan dan produksi berbagai produk biologis bernilai tinggi. Seperti antibodi monoklonal, biosimilar, protein rekombinan, sitokin, dan insulin biologis yang selama ini belum seluruhnya tersedia di dalam negeri.

Menko Airlangga mengatakan, kemandirian industri farmasi nasional yang kuat, akan mengurangi ketergantungan terhadap impor. “Apalagi obat-obat yang akan diproduksi ini termasuk obat-obat impor yang relatif mahal,” ujar dia.

Join Venture perusahaan farmasi Indonesia-Tiongkok ini juga diharapkan mendukung pengembangan industri farmasi nasional melalui transfer teknologi. Selain itu, terjadi pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapabilitas manufaktur, serta penguatan rantai pasok industri kesehatan dalam negeri.

Dengan demikian, diharapkan kemitraan tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan daya saing industri farmasi Indonesia. Termasuk mengurangi ketergantungan impor obat-obatan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Megapolitan
Terus Diobok-obok, Kampung ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.