Perkuat Kesiapan Mudik Lebaran 2025
📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 00:00 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasKami telah melakukan pemetaan pada titik-titik rawan kecelakaan, hingga sejumlah lokasi yang berpotensi besar mengalami kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2025. Salah satu yang menjadi perhatian sebut saja jalur arteri dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah yang kerap mengalami kemacetan akibat adanya pasar tumpah.
Setidaknya, terdapat kurang lebih 25 lokasi pasar tumpah yang tersebar di sepanjang jalur mudik arteri dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Selain itu, kepadatan lalu lintas juga berpotensi terjadi di sejumlah destinasi wisata, khususnya yang berada di wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung, hingga Jawa Timur. Ini perlu diantisipasi.
Dari data terbaru, daerah mana yang diprediksi mengalami pergerakan tinggi saat masa mudik mendatang?
Selama libur Lebaran tahun 2025 diprediksi mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa. Potensi pergerakan selama libur Lebaran tahun 2025 dari Pulau Jawa adalah 51,3 persen atau sebanyak 81,5 juta orang. Mayoritasnya berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Dan pergerakan masyarakat dari dan menuju Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran diperkirakan akan tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana hasil koordinasi dengan Pemda setempat?
Koordinasi dengaan Pemprov Jawa Barat juga telah dilakukan terkait dengan potensi penumpukan di gerbang tol yang berada di Jawa Barat, untuk akses keluar dan masuk Jakarta. Diprediksikan, pada puncak arus mudik, peningkatan volume kendaraan yang keluar dari Jakarta akan meningkat hingga 60% dibandingkan volume kendaraan normal harian. Lalu lintas masyarakat yang keluar dari Jakarta ini melibatkan setidaknya 8 Gerbang Tol (GT). Sebanyak 3 gerbang tol berada di wilayah Jawa Barat yang juga menjadi pusat bangkitan pada arus mudik Lebaran 2025. Kita perlu koordinasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan pada titik-titik tersebut.
Lalu, bagaimana dengan Provinsi Banten?
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah Banten yang menjadi gerbang utama perlintasan ke Pulau Sumatera. Banten sendiri diperkirakan menjadi tujuan perjalanan bagi 1,7 persen dari total pergerakan nasional. Selain sebagai daerah transit, provinsi ini juga berpotensi mengalami lonjakan perjalanan dalam wilayahnya sendiri.
Untuk di Banten, apa saja yang harus dilakukan?
Mitigasi yang tepat sangat penting untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik. Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain: Rekayasa lalu lintas kondisional, seperti contra flow, one way, dan sistem ganjil-genap; Optimalisasi layanan angkutan penyeberangan, termasuk sistem delaying untuk mengurangi antrean di Pelabuhan Merak; Pembatasan angkutan barang guna mengurangi kepadatan lalu lintas; Penyediaan fasilitas tambahan, seperti kantong parkir dan buffer zone di sekitar pelabuhan.
Sebagai wilayah strategis dalam arus mudik nasional, dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten sangat diperlukan. Beberapa langkah yang akan dilakukan bersama antara lain: Pendirian Posko Angkutan Lebaran dan program mudik gratis; Pengawasan kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) di jembatan timbang; Sosialisasi online ticketing untuk mengurangi antrean dan kepadatan di pelabuhan; Peningkatan akses transportasi feeder ke terminal, stasiun, dan pelabuhan; Edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pemudik, terutama pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.
Bagaimana hasil koordinasi dengan Jawa Tengah?
Adapun beberapa hal yang menjadi perhatian kami pada koordinasi tersebut antara lain pasar tumpah, kepadatan lokasi wisata, serta perlintasan sebidang. Terkait pasar tumpah, kami mengatakan, saat ini sedang dilakukan pendalaman terkait persebaran dan potensi pasar tumpah yang menjadi titik lokasi kemacetan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!