Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Latihan AL Tiongkok Sebabkan Puluhan Penerbangan Dialihkan

📅 Rabu, 26 Feb 2025, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Latihan AL Tiongkok Sebabkan Puluhan Penerbangan Dialihkan Doc: AFP/AUSTRALIAN DEFENCE FORCE
Ket. Gambar yang Pasukan Pertahanan Australia pada Jumat (21/2) memperlihatkan kapal fregat milik AL Tiongkok sedang berlayar di sebuah lokasi yang dirahasiakan. Akibat latihan tembak yang dilakukan kapal perang Tiongkok pekan lalu

SYDNEY - Puluhan penerbangan komersial terpaksa harus mengubah arah ketika kapal perang Tiongkok secara tak terduga mengumumkan latihan tembak dengan peluru aktif di lepas pantai Australia timur pekan lalu, demikian disampaikan sejumlah pejabat Australia dalam pertemuan pemerintah.

Tiga kapal perang Tiongkok melakukan serangkaian latihan angkatan laut Jumat (21/2) dan Sabtu (23/2) lalu, tepat di bawah jalur penerbangan sibuk yang menghubungkan Australia dan New Zealand.

Badan keselamatan udara Australia mengatakan pihaknya pertama kali mengetahui latihan tersebut ketika sebuah penerbangan komersial menangkap siaran dari kapal-kapal Tiongkok pada Jumat pagi.

"Pada tahap itu kami tidak tahu apakah itu tipuan atau nyata," kata wakil kepala eksekutif Air Services Australia, Peter Curran, dalam pertemuan pada Senin (24/2) malam.

Peringatan itu disiarkan pada frekuensi yang bisa dipantau oleh pilot komersial, tetapi tidak oleh pengontrol lalu lintas udara Australia, kata Curran. "Itu frekuensi cadangan internasional. Kontrol lalu lintas udara tidak memantau frekuensi itu, tetapi pilot memantaunya. Jadi, kami tidak dapat mendengar apa yang dikatakan," ungkap Curran.

Dalam penjelasannya Curran mengatakan 49 penerbangan komersial terpaksa harus dialihkan di sekitar zona latihan tembak setelah peringatan itu dikonfirmasi sebagai hal yang resmi.

"Beberapa di antaranya adalah pesawat yang sedang berada di udara saat kami pertama kali mengetahuinya," imbuh Curran.

Australia mengatakan latihan tersebut berlangsung di perairan internasional, dan telah mengakui bahwa tindakan Tiongkok mematuhi hukum internasional. Namun, pihaknya mengkritik Beijing karena menjalankan latihan tersebut tanpa peringatan yang tepat.

Menanggapi kritik itu, Beijing telah membela tindakannya sebagai sebuah langkah yang aman, standar, dan profesional.

Australia dan New Zealand sebenarnya telah memantau kapal-kapal perang Tiongkok tersebut sejak mereka terlihat di lepas pantai Australia pekan lalu.

Kapal perang tersebut berada 218 mil laut di sebelah timur negara bagian Kepulauan Tasmania, Australia, pada Selasa (25/2) pagi, kata pasukan pertahanan New Zealand.

Sebelumnya Canberra telah membuat Beijing kesal dengan latihan navigasinya sendiri di wilayah titik kritis seperti Selat Taiwan. Sebuah jet tempur Tiongkok awal bulan ini menjatuhkan suar di jalur pesawat pengintai Angkatan Udara Australia yang berpatroli di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemudian mengatakan bahwa pesawat Australia itu merupakan penyusup yang terbang melalui wilayah tersebut tanpa izin dari Tiongkok.

Tangkap Mata-mata

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.