Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Perangi Pemanasan Global demi Kepentingan Bangsa-bangsa

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Perangi Pemanasan Global demi Kepentingan Bangsa-bangsa Doc: AFP/EVARISTO SA
Ket. Kepala iklim PBB, Simon Stiell

BRASILIA - Kepala iklim PBB, yang berusaha meningkatkan solidaritas dalam memerangi pemanasan global saat Amerika Serikat (AS) menarik diri dari peran kepemimpinannya, mengimbau kepentingan pribadi negara-negara dalam pidatonya pada Kamis (6/2).

Berbicara di sebuah universitas di ibu kota Brasil, Simon Stiell mengatakan pemanasan global amat sangat berbahaya, sementara kemajuan nyata telah dicapai sejak Perjanjian Paris yang bersejarah.

Stiell mengakui banyak negara akan melewatkan tenggat waktu 10 Februari untuk menyerahkan rencana iklim putaran berikutnya dan memberi mereka waktu hingga September untuk menyampaikan peta jalan emisi tingkat pertama.

Stiell berada di Brasilia karena Brasil akan menjadi tuan rumah konferensi iklim global berikutnya, COP30, pada November.

"Kita sudah menuju ke arah yang benar. Kita hanya perlu menerapkannya lebih intens dan lebih cepat," kata mantan menteri lingkungan hidup Grenada itu.

Segera setelah kembali ke Gedung Putih, Presiden Donald Trump, mengumumkan penarikan diri AS dari kesepakatan Paris untuk kedua kalinya.

"Suatu negara mungkin mundur selangkah, tetapi negara lain sudah siap menggantikan mereka untuk meraih peluang, dan meraup keuntungan besar: pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, lebih banyak lapangan kerja, lebih sedikit polusi dan biaya kesehatan yang jauh lebih rendah, energi yang lebih aman dan terjangkau," kata Stiell.

Ia pun mengatakan realitas ekonomi akan mendorong tindakan, dengan investasi iklim sekarang mencapai 2 triliun dollar AS.

Kepentingan pribadi, kata dia, di atas semua faktor lainnya, adalah alasan mengapa peralihan energi bersih kini tak terbendung karena skala peluang ekonomi yang sangat besar yang dihadirkannya.

Hanya segelintir negara yang sejauh ini telah menyerahkan rencana iklim mereka, termasuk Brasil dan Inggris, sementara penghasil emisi besar seperti Tiongkok dan Uni Eropa diperkirakan akan menyusul di akhir tahun.

Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa lebih dari 170 negara telah mengindikasikan bahwa mereka sedang mengerjakan tujuan emisi baru mereka dan berencana untuk menyerahkannya tahun ini, sebagian besar sebelum COP30.

Ketika kesepakatan Paris ditandatangani sepuluh tahun lalu, dunia sedang menuju pemanasan 5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.

"Itu adalah ‘hukuman mati’ bagi umat manusia sebagaimana yang kita ketahui," kata Stiell, yang mencatat bahwa lintasan 3 Celsius saat ini masih bersifat bencana.

Batas aman berdasarkan kesepakatan Paris sendiri adalah 1,5 Celsius, tetapi para ilmuwan mengatakan angka tersebut sudah tidak dapat dicapai lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

9 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

14 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.