Wapres Amerika Serikat Menilai Regulasi AI di Uni Eropa Terlalu Ketat
📅 Kamis, 13 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWakil presiden, dalam konteks tersebut, juga mengecam "musuh asing yang bermusuhan" yang "mempersenjatai perangkat lunak AI untuk menulis ulang sejarah, mengawasi pengguna, dan menyensor ucapan."
Vance mengatakan bahwa beberapa rezim otoriter telah mencuri dan memanfaatkan AI untuk memperkuat kemampuan intelijen militer dan pengawasan, mencuri data asing, serta menyebarkan propaganda guna melemahkan keamanan nasional negara lain
"Saya ingin menegaskan, pemerintahan ini akan memblokir upaya tersebut, titik. Kami akan melindungi teknologi AS dan chip Amerika dari pencurian dan penyalahgunaan," janji Vance lebih lanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!