Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Amerika Serikat Menilai Regulasi AI di Uni Eropa Terlalu Ketat

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Wapres Amerika Serikat Menilai Regulasi AI di Uni Eropa Terlalu Ketat Doc: AFP/ Ludovic MARIN
Ket. Wakil Presiden AS, JD Vance saat pertemuan puncak di Artificial Intelligence Action Summit, di Grand Palais, Paris, Selasa (11/2).

Ankara - Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance, mengkritik kebijakan Uni Eropa (EU) yang dinilai terlalu ketat dalam mengatur kecerdasan buatan (AI). Menurut Vance, regulasi yang berlebihan dapat menghambat inovasi dan merugikan industri teknologi global, terutama bagi perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Eropa. 

"Kami percaya bahwa regulasi berlebihan terhadap sektor AI dapat membunuh industri transformatif, tepat saat industri tersebut mulai berkembang, dan kami akan melakukan segala upaya untuk mendorong kebijakan AI yang pro-pertumbuhan," kata Vance pada pertemuan puncak AI yang diadakan di Paris pada Selasa (11/2).

Dalam pernyataannya, Vance menekankan bahwa perkembangan AI seharusnya didorong dengan kebijakan yang fleksibel dan pro-inovasi, bukan dengan aturan yang justru membatasi pertumbuhan industri. Ia memperingatkan bahwa pendekatan regulasi EU, seperti AI Act yang baru disahkan, berpotensi menciptakan hambatan birokrasi yang mengurangi daya saing teknologi di pasar global.

Industri transformatif yang disebut Vanve merujuk pada sektor atau bidang usaha yang membawa perubahan besar dalam cara kerja, produksi, atau layanan di masyarakat.

AI dianggap sebagai industri transformatif karena memiliki potensi untuk merevolusi berbagai sektor, seperti manufaktur, kesehatan, keuangan, dan komunikasi, dengan meningkatkan efisiensi, otomatisasi, dan inovasi.

Wapres Vance menekankan bahwa AS ingin bekerja sama dengan EU, dan menambahkan: "Namun untuk menciptakan kepercayaan semacam itu, kita memerlukan rezim regulasi internasional yang mendorong terciptanya teknologi AI daripada mencekiknya."

Dia meminta negara-negara Eropa untuk "memandang batas baru ini dengan optimisme daripada gentar," dan mencatat bahwa AS mengembangkan rencana aksi "yang menghindari rezim regulasi yang terlalu berhati-hati."

Vance mengatakan AS "tidak dapat dan tidak akan menerima" bahwa beberapa negara "sedang mempertimbangkan untuk memperketat pengaturan pada perusahaan teknologi AS dengan jejak internasional."

Wapres Vance mengancam "peraturan internasional yang memberatkan" dan fakta bahwa banyak perusahaan AS "dipaksa untuk berurusan dengan Undang-Undang Layanan Digital EU dan peraturan besar yang dibuatnya tentang penghapusan konten dan pengawasan terhadap apa yang disebut misinformasi."

Risiko Denda

JD Vance juga menyoroti kesulitan bagi perusahaan yang lebih kecil untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) EU yang "berarti membayar biaya kepatuhan hukum yang tak ada habisnya atau berisiko terkena denda besar."

"Sekarang, bagi sebagian orang, cara termudah untuk menghindari dilema adalah dengan memblokir pengguna Uni Eropa sejak awal, apakah ini benar-benar masa depan yang kita inginkan?" tanyanya.

Dia mengatakan menciptakan tempat internet yang aman untuk anak-anak berbeda dengan mencegah "pria atau perempuan dewasa mengakses opini yang dianggap misinformasi oleh pemerintah."

Vance berjanji bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump "akan memastikan bahwa sistem AI yang dikembangkan di Amerika bebas dari bias ideologis dan tidak akan pernah membatasi hak warga negara kami untuk berbicara bebas."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Daerah
Tim Gabungan Tekan Potensi ...
Olahraga
Mbappe Dikritik Tebas Gara-...
Advertisement
Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

Indonesia Resmi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Timnas Garuda

16 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.